Suara.com - Para profesional di Indonesia harus bisa berkompetisi dengan profesional dari berbagai perusahaan berskala international. Untuk itu, kemampuan kepemimpinan atau leadership skill menjadi salah satu kemampuan penting untuk meraih kesuksesan di lanskap bisnis saat ini.
Sayangnya masih banyak profesional di Indonesia yang mengalami kendala untuk mengakses program pendidikan yang berkualitas bagi para eksekutif, terutama terkait jadwal kerja yang padat dan terikat oleh komitmen profesional.
Tidak sedikit pula profesional terbaik di perusahaan yang berkeinginan untuk belajar di universitas berskala global untuk meningkatkan kemampuan dan memperkaya perspektif mereka, namun terkendala oleh masalah jarak dan finansial.
Untuk membuka akses yang lebih luas lagi bagi para profesional di Indonesia dan Asia Tenggara untuk mendapatkan pembelajaran bertaraf internasional, New York University, berpartner dengan Catalyst Global Consulting (Catalyst) dan Kuncie, meluncurkan NYU-Catalyst Global Executive Program: Innovative Leadership.
NYU-Catalyst Global Executive Program: Innovation Leadership menjawab tantangan yang dihadapi oleh para profesional di Indonesia dan Asia Tenggara dalam mengakses program pendidikan profesional berskala global.
Dengan mengikuti program ini, para profesional di Indonesia dan Asia Tenggara dapat menikmati pengalaman belajar yang relevan namun dilengkapi dengan kurikulum yang disusun oleh NYU dan Catalyst.
Para learners akan mendapatkan akses untuk belajar langsung dari para dosen NYU dan para profesional kelas dunia, kurikulum terkini, dan sumber pembelajaran yang luas, yang disusun untuk menajamkan kepemimpinan para learners.
“Kuncie sangat antusias untuk berkolaborasi dengan NYU dan Catalyst dalam menghadirkan Innovative Leadership Program. Inisiatif ini memberikan akses bagi para profesional di seluruh Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas berskala internasional," ujar Hendra Saputra, CEO Kuncie.
Melalui program ini, pihaknya berharap semakin banyak profesional yang bisa meningkatkan kompetensi kepemimpinannya di era yang semakin dinamis dan menantang.
Baca Juga: Kronologi Kisruh Pemanggilan Rizky Ridho ke Timnas Indonesia U-23, Pelatih Persija Jadi Sorotan
Dengan keahlian dan sumber daya yang dimiliki oleh NYU dan Catalyst, yang dikombinasikan dengan platform manajemen pembelajaran yang inovatif dari Kuncie, kolaborasi ini lanjut dia akan memberdayakan para profesional Indonesia dan Asia Tenggara untuk memperoleh pendidikan yang diakui secara Internasional tanpa perlu bepergian ke luar negeri.
"Kami sangat antusias membawa pembelajaran kelas dunia ke sini dan kami percaya program ini bisa membantu dalam membentuk para pemimpin di Indonesia dan Asia Tenggara dalam mempercepat kemajuan dan kepemimpinan dengan inovasi,” tambah Reno Rafly, CEO Catalyst Global Consulting dan Direktur Program NYU Catalyst Global Executive Program.
Pendaftaran NYU-Catalyst Global Executive Program: Innovative Leadership kini telah dibuka. Program ini menawarkan kurikulum komprehensif yang mencakup berbagai topik kepemimpinan seperti adaptive innovation, design thinking, change leadership, dan leading across cultures.
Para learners dapat memiliki kesempatan untuk terhubung dengan para dosen ternama bertaraf internasional, berinteraksi dengan pakar di industri, dan berkolaborasi dengan jaringan profesional yang beragam.
Pembelajaran akan dilakukan secara daring, sehingga memungkinkan learners untuk menjalankan komitmen profesional mereka dan meningkatkan skill mereka secara seimbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Masih Ada Keluarga Harus Pilih Antara Makan atau Berobat
-
4 Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Ringkas dan Santai tapi Tetap Sopan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan
-
Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada
-
Prabowo Siapkan Kejutan di Pidato Kenegaraan, Masyarakat Diminta Simak hingga Tuntas
-
7 Cara Menetralkan Energi Negatif Rumah Tusuk Sate dengan Elemen Dekorasi Sesuai Feng Shui
-
ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir, Pakai Otak AI Intel Core Ultra Terbaru untuk Kerja Anti-Ribet!
-
Ketua DPD Sebut Transformasi Ekonomi Prabowo Ibarat Cabut Duri Dalam Daging
-
Tak Hanya Asal Bangun, Kopdes Merah Putih Harus Bikin Warga Makin Mandiri