Suara.com - Mandaya Royal Hospital Puri baru saja meluncurkan pusat kanker payudara, Brave, yaitu Breast Advanced Cancer Center). Kegiatan ini dilakukan Sabtu (2/9/2023).
President Director Mandaya Hospital Group (MHG), dr. Benedictus Widaja, menyampaikan, Brave merupakan pusat kanker payudara di Indonesia, yang dirancang untuk menangani semua jenis kanker payudara, antara lain kanker payudara luminal A, luminal B, HER2 positif maupun triple negative, baik dari stadium 1 hingga stadium 4 atau lanjut.
“Mandaya Brave Breast Cancer Center tercipta dari kolaborasi survivor kanker payudara dengan tim dokter spesialis, dimana kami mengedepankan metode lumpektomi atau operasi konservasi payudara, yang bertujuan untuk mempertahankan payudara asli pasien dan hanya membuang jaringan tumor dan kankernya saja. Hal ini bisa dilakukan karena di Mandaya Brave, kami didukung tim 19 dokter spesialis onkologi multidisiplin dan teknologi canggih, seperti analisa keganasan jaringan metode potong beku (VC), radioterapi LINAC dengan teknologi radiosurgery (high gradient) dan combination therapy (chemotherapy, immunotherapy & targeted therapy),” jelasnya.
Sementara itu, dokter konsultan bedah kanker Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk, dalam acara tersebut menerangkan, berbagai studi ilmiah terbaru mengatakan, pasien yang melakukan operasi pengangkatan tumor payudara sebelum 57-63 hari setelah diagnosa pertama memiliki angka survival rate tinggi.
"Mereka harus menjalani terapi secara lengkap, baik kemoterapi maupun radiasi. Beruntungnya, di Mandaya Brave terdapat beberapa guru besar, seperti Prof Aru untuk kemoterapi dan Prof Soehartati untuk radiasi,” ujarnya.
Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K), di forum yang sama menambahkan pentingnya mengatur jendela waktu terapi pasien kanker payudara.
“Jendela waktu terbaik pasien kanker payudara dari operasi ke kemoterapi hingga ke radiasi adalah kurang dari 180 hari. Apabila di bawah 180 hari, maka angka survival rate meningkat secara signifikan,” terangnya.
Apabila pasien kanker payudara sudah menyelesaikan rangkaian kemoterapi, maka jendela waktu yang baik adalah kurang dari 28 hari untuk memulai terapi radiasi atau penyinaran.
Selain didukung oleh tim dokter spesialis onkologi multidisiplin, Mandaya Brave juga dilengkapi dengan Teknologi Radioterapi LINAC Elekta Versa HD, yang merupakan alat yang sama, yang digunakan juga oleh MD Anderson Cancer Center Amerika.
Baca Juga: Deteksi Dini sebelum Terlambat, Kenali 4 Gejala Awal Kanker Payudara
Mandaya juga memiliki lab patologi anatomi dan klinik khusus yang mampu melihat sifat kimia jaringan tumor atau kanker menggunakan biomarker guna menentukan tipe terapi yang cocok, atau biasa disebut pemeriksaan IHK. Mandaya Brave juga memiliki teknologi pemeriksaan molekular yang mampu mendeteksi kemungkinan kambuhnya kanker payudara.
Pada acara ini juga dijelaskan, terdapat terapi kombinasi yang banyak dilakukan di berbagai belahan dunia.
“Imunoterapi dan kemoterapi merupakan inovasi pengobatan kanker yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membunuh sel kanker. Kombinasi imunoterapi dengan kemoterapi menjadi pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC (sel kanker payudara tingkat agresivitas tinggi) dan dapat mengurangi risiko kematian hingga 27%. Kami terus berinovasi pada pengobatan kanker dan mengikuti perkembangan dunia dengan berkolaborasi medis dengan rumah sakit asal Amerika, yaitu Cleveland Clinic USA,” jelas dr. Ben.
Kehadiran BRAVE sebagai pusat kanker payudara di Indonesia ini diharapkan dapat menurunkan biaya pengobatan dan mengejar target waktu efektif terapi sebelum kanker menyebar atau menjadi stadium lanjut, yaitu di bawah 180 hari.
Berita Terkait
-
Nunung Heboh Ingin Minum Kelapa Muda Usai Jalani Operasi Kanker Payudara
-
Tidak Hanya Bisa Deteksi Dini Kanker Payudara, Perempuan Juga Harus Paham Pilihan Pengobatan yang Tersedia
-
Kabar Nunung Srimulat Usai Jalani Pengobatan kanker Payudara: Alhamdulillah Udah Selesai
-
Efek Kemoterapi, Kuku Nunung Srimulat sampai Biru-Biru
-
SILO Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Lewat Kampanye Skrining Kanker Payudara
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS