Suara.com - Persiapan tim Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024 kian matang. Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Wijaya Noeradi, menyebutkan sejumlah atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Eropa lebih dulu untuk beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan setempat.
Cabang-cabang seperti senam, menembak, panahan, bulu tangkis, dan sepeda sudah lebih dulu bertolak ke Paris sejak pertengahan Juni. Adaptasi ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga sistem lalu lintas yang berbeda.
"Tantangannya bukan hanya cuaca, tapi juga sistem lalu lintasnya. Karena peran kami ini melayani keberangkatan dan kepulangan," ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Olimpiade Paris 2024, Siap Menang, Siap Tandang', Senin (15/7/2024).
Ia melanjutkan agar dapat mengeluarkan potensi terbaiknya, pihaknya memastikan para atlet mendapatkan fasilitas terbaik selama menjalani Pelatnas. Hal ini dapat diwujudkan salah satunya dengan menyediakan petugas khusus untuk membantu para atlet dan official dalam berbagai kebutuhan, mulai dari logistik hingga komunikasi.
Tak hanya itu, Wijaya pun memberikan apresiasi kepada International Technical Official (ITO) dan wasit Indonesia yang ditugaskan di Olimpiade. Enam official dari cabang olahraga loncat indah, bulu tangkis, menembak, tinju, dan tenis akan bertugas di Olimpiade Paris 2024.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), bergerak cepat dalam mempersiapkan atlet Indonesia agar bisa menggapai prestasi gemilang di Olimpiade Paris 2024.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyampaikan pasca Olimpiade Tokyo 2020, pihaknya langsung melakukan pemetaan cabang olahraga (cabor) yang berpeluang meraih medali.
"Kami memetakan cabor berpeluang dan memperbanyak cabang yang memiliki potensi," tegasnya.
Salah satu strategi utama Kemenpora adalah memberikan peluang Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sepanjang tahun kepada cabor, nomor, dan atlet yang menunjukkan potensi. Hal ini sudah dilakukan setelah Olimpiade Tokyo, dengan target utama ikut berpartisipasi di SEA Games dan Asian Games.
Baca Juga: AMIB Cup 2024 Bakal Digelar di Aeon Mall Sentul City
Surono menjelaskan bahwa banyak cabor yang memiliki peluang untuk lolos ke Olimpiade. Sistem kualifikasi Olimpiade saat ini menggunakan poin dan rangking, di mana performa di event internasional menjadi penentu. Oleh karena itu, Kemenpora mendorong para atlet untuk aktif mengikuti berbagai kejuaraan internasional setiap tahun.
"Prestasi adalah sebuah proses. Kemenpora melalui sistematis akan terus berupaya meningkatkan prestasi atlet Indonesia," tegas Surono.
Upaya sistematis Kemenpora ini membuahkan hasil dengan lolosnya 29 atlet dari 12 cabor ke Olimpiade Paris 2024, yang merupakan rekor bagi Indonesia. Ke depan, Kemenpora mempercayakan induk cabor untuk menyelenggarakan Pelatnas atlet dengan kriteria yang jelas, yaitu cabor dan nomor yang memiliki peluang untuk meraih prestasi di Olimpiade.
"Kemenpora bekerja sama dengan pakar dan PB (Pengurus Besar) untuk memetakan mana cabor dan nomor yang memiliki peluang untuk lolos ke Olimpiade," jelas Surono.
Berita Terkait
-
Gagal Lolos, Cabor Sepak Bola Olimpiade Paris 2024 Tanpa Juara Bertahan Brasil
-
Perjuangan Berat Fajar/Rian Menuju Satu-satunya Tiket Ganda Putra di Olimpiade Paris 2024
-
Misi Berat Rinov/Pitha, Satu-satunya Wakil Ganda Campuran Indonesia di Olimpiade Paris 2024
-
Masuk Grup C, Fajar dan Rian Hadapi Unggulan India di Olimpiade Paris 2024
-
Dari Museum Louvre, Jin BTS Jadi Pembawa Obor Pertama Olimpiade Paris 2024
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence