Suara.com - Pemerintah Indonesia memiliki agenda besar untuk mewujudkan kehidupan yang layak dan nyaman untuk seluruh rakyat Indonesia terutama melalui penyediaan perumahan. Dan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan BTN dan developer untuk mendukung agenda mewujudkan rumah KPR baik subsidi maupun non-subsidi.
BTN menyelenggarakan akad massal yang diselenggaran pada 31 Juli 2024 di perumahan Pesona Kahuripan 9.
Acara ini dihadiri berbagai lapisan masyarakat dan didukung oleh Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, BP Tapera, dan Gubernur Jawa Barat. Acara ini mengusung tema “Akad Massal KPR dan KUR BTN Untuk Pejuang Keluarga Indonesia”.
Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Utama PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Nixon Napitupulu. Nixon menyampaikan terima kasih kepada seluruh yang hadir di acara tersebut termasuk perwakilan dari pemerintah Indonesia.
Di antaranya dari Kementerian PUPR yang diwakili oleh Sekjen Kementerian PUPR Zaenal Fattah, Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR Iwan Suprijanto, Kementerian BUMN yang diwakili oleh Rabin Indrajad Hattari selaku Sekretaris Kementerian BUMN, Wakil Komisaris Utama BTN Iqbal Latanro, Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Barat Indra Maha, serta Komisioner BP Tapera Heru Nugroho.
Nixon Napitupulu menyampaikan bahwasannya BTN menargetkan kurang lebih 84% dari market share KPR subsidi yang diakadkan kepada 430.000 orang debitur dari berbagai segmen diantaranya prajurit TNI dan Polri, Pegawai Negeri Sipil, dan pekerja sektor industri lainnya.
Pada acara ini, dihadiri oleh 200 calon debitur baik KPR ataupun debitur KUR BTN. Para debitur tersebut terbagi ke dalam tiga sektor, sebanyak 140 orang mengambil KPR Konvensional baik subsidi maupun non-subsidi, sebanyak 40 orang KPR Syariah subsidi dan non-subsidi, dan KUR BTN sebanyak 20 orang.
Menariknya program kepemilikan rumah KPR saat ini diminati oleh kaum milenial. Tercatat sejak awal program diluncurkan higga Juni 2024 kaum milenial mendominasi akad transaksi kepemilikan KPR.
Khusus tahun 2020-2023 kaum milenial menyerap KPR subsidi sebanyak 425 ribu unit dengan akumulasi nilai Rp62 triliun. Kabar baik ini tentunya menjadi angin segar pemerintah sebagai penyanggah kabar bahwasannya millenial enggan untuk memiliki rumah di tahun yang akan datang.
Baca Juga: Yayasan AHM Gelar SCR 2024, Beri Pelatihan Media Sosial untuk Duta Keselamatan Berkendara
Fikri (25 tahun) seorang pegawai swasta menyatakan turut berterima kasih kepada pemerintah dan BTN. Karena dengan diadakannya acara akad massal KPR ini memberikan banyak keuntungan, di antaranya mudah dalam proses pengajuan kredit perumahan.
“Syaratnya sangat mudah, saya cukup melengkapi data dan membawa KTP, NPWP, slip gaji, dan buku nikah” ujar Fikri.
“Dan masih ada promo dengan batas waktu tertentu, yaitu potongan administrasi, diskon biaya notaris, dan doorprize sepeda motor jika beruntung” imbuhnya.
Fikri termasuk dalam kelompok milenial yang memanfaatkan program ini dimana setiap orang berhak memiliki hunian yang nyaman dan murah.
BTN merupakan penyalur tangan pemerintah memiliki peran strategis dalam mewujudkan kebutuhan rumah, sejak tahun 1976 hingga hari ini telah menyalurkan 5,2 juta unit rumah yang tersebar ke seluruh Indonesia.
Terhitung dari tahun 2015 hingga saat ini, telah terwujud 1,5 juta unit KPR subsidi maupun non-subsidi dengan anggaran Rp3,5 triliun.
BTN juga mengusahakan adanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang merupakan dukungan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk membantu membeli dan memiliki rumah sendiri.
Dikabarkan per Agustus tahun ini kuota FLPP habis, dan BTN bersama pemerintah akan mengusahakan ditambah mengingat pertengahan tahun 2023 FLPP ditambah.
Namun, masih dikaji ulang oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR tergantung besarnya nilai penerimaan negara tahun ini.
Tag
Berita Terkait
-
Bank BSN Salurkan KPR Subsidi Rp850 Miliar kepada 5.100 Nasabah
-
KPR Subsidi 40 Tahun Bisa Jadi Solusi atau Bumerang? Indef Singgung Krisis AS 2008
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Kuota KPR Subsidi Masih Banyak, Ditargetkan 100 Ribu Rumah di 2028
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna