/
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 12:55 WIB
Suasana pelaksanaan kegiatan Kelas UMKM Keliling sebagai bagian dari program "Pasar Lokal Suara UMKM", yang dihadiri sekitar 100-an peserta, di DuniaKita Cafe & Restaurant, Yogyakarta, Kamis (18/8/202 (Suara.com)

YOGYAKARTA - Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan 'Pasar Lokal Suara UMKM' yang bertempat di DuniaKita Cafe & Restaurant, Yogyakarta pada Kamis (18/8/2022). Melalui kegiatan ini, Suara.com mendorong pengusaha UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Ada tiga narasumber yang sangat berkompeten menjadi pembicara pada kegiatan ini, yaitu Khaleili Nungki Hashifah yang merupakan founder dan conceptor Creative Batik, Suwarjono selaku Pimpinan Redaksi Suara.com, dan Eri Kuncoro penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19.

Pimpinan Redaksi Suara.com Suwarjono mengatakan, Yogyakarta menjadi kota ketiga dari rangkaian roadshow Kelas UMKM yang digelar Suara.com. Tujuan pihaknya menggelar kegiatan ini untuk mendukung pelaku UMKM agar bisa terus berinovasi mengembangkan produknya agar bisa berdaya saing tinggi.

Menurutnya, keberadaan media digital yang berkembang pesat saat ini bisa menjadi medium pendukung produk-produk dari para pelaku UMKM. 

"Saya kira kami bisa membantu dengan apa yang bisa kami lakukan untuk para pelaku UMKM. Tidak hanya memberikan informasi, tapi juga terkait dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan, salah satunya UMKM," katanya, Suwarjono pada Kamis (18/8/2022).

Suwarjono berharap dengan adanya kegiatan ini, produk dari para pelaku UMKM menjadi lebih dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Selain itu juga diharapkan para pelaku usaha dapat naik kelas melalui persaingan dengan para importir.

"Harapannnya, produk UMKM bisa lebih terkenal," ujarnya.

Para peserta yang hadir di kelas UMKM keliling ini memiliki tujuan yang beragam, dengan latar belakang dan usia yang berbeda-beda pula. Kebanyakan dari peserta yang ikut serta adalah mereka yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

Sujiwanto (68) merupakan pedagang makanan di Yogyakarta yang mulai merintis usaha sejak tahun 2021. Memulai usaha di kala pandemi, bukanlah hal mudah yang harus dihadapi oleh pria yang akrab disapa Totok ini.

Baca Juga: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan UMKM Nasional Menjadi Bagian Perayaan HUT ke-65 Astra

"Mulai usaha masa pandemi sulit sekali, jualan susah laku. Apalagi yang saya jual kan makanan basah seperti nasi goreng dan ayam katsu, bukan makanan kering yang bisa tahan lumayan lama," katanya, Kamis (18/8/2022).

Sebelumnya Sujiwanto berprofesi sebagai supir, namun karena memasuki usia lanjut dirinya memilih untuk menjalani usaha kecil-kecilan. Dengan usia yang tak lagi muda, Sujiwanto memiliki hambatan dalam mengembangkan usaha di mana pada masa kini segala aspek dilakukan secara digital.

"Saya ikut acara ini sebenarnya mau cari partner untuk mempromosikan usaha saya lewat online, karena semuanya sekarang internet dan saya tidak bisa menggunakan itu," terangnya.

Peserta kelas UMKM keliling lain yang merasakan dampak mendalam pandemi dalam berusaha ialah Endang Sudayani. Ibu dua anak ini menjalani bisnis menjual hasil kriya berbahan benang rajut.

"Saya membuat dan menjual sendiri hasil karya seperti tas rajut dan dompet rajut," kata Endang.

Endang memulai crafting dengan merajut sejak sebelum pandemi. Namun karena penghasilan tidak memuaskan akibat pandemi, Endang memutuskan untuk tidak terlalu produktif dalam berkarya.

Load More