BANDUNG – Kecelakaan maut truk trailer di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung, Bekasi, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meminta Pemkot Bekasi mengevaluasi jam operasional truk besar yang melintas di jalan kota.
Usai mendapatkan kabar kecelakaan maut yang merenggut banyak korban jiwa tersebut, Ridwan Kamil mengaku sudah mengarahkan agar Wali Kota Bekasi mengevaluasi jam kerja untuk truk-truk besar yang melintasi kota di jam-jam padat, terutama yang berpotensi pada rawannya kecelakaan lalu lintas.
Selain itu pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, meminta pihak kepolisian segera mengungkap penyebab kecelakaan tersebut dan memberikan tindakan hukum kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.
"Kepada pemilik perusahaan, mohon selalu pastikan kelaikan jalan dari armada kendaraan bisnisnya, karena ini adalah kejadian kedua yang melibatkan truk besar dalam kecelakaan lalu lintas di wilayah Bodebek," tandasnya.
Emil pun menyampaikan duka cita kepada keluarga korban kecelakaan maut tersebut. Ia mengaku akan segera takziah ke rumah para korban.
"Semoga para orang tua dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan atas musibah ini. Jika memungkinkan kami akan segera takziah kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya.
Lebih lanjut, Emil juga telah meminta Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono untuk segara bertakziah pada korban kecelakaan maut tersebut.
"Kepada Walkot Bekasi segera di waktu yang terdekat untuk melakukan takziah kepada warganya," katanya.
Baca Juga: Mudah, Begini Cara Dapat Subsidi BBM Melalui Ponsel
Kecelakaan maut yang terjadi di depan SD Negeri Kota Baru II dan III Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi telah mengakibatkan 10 orang tewas dan 23 orang luka-luka.
Korban tewas pada kecelakaan tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sebanyak dua korban merupakan warga luar Bekasi. (*)
Berita Terkait
-
Seluruh Korban Laka Maut di Bekasi Dapat Santunan, Segini Besarannya
-
Ini Hasil Tes Urine Sopir Truk yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bekasi
-
Korlantas Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Bekasi, Petugas Temukan Ini di Lokasi
-
Ridwan Kamil Beda Pendapat Dengan Uu Ruzhanul Ulum Soal Cara Atasi Penularan HIV/AIDS
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0
-
4 Toner Black Rice, Rahasia Kulit Cerah dan Lembap tanpa Terasa Lengket!
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan