/
Kamis, 08 September 2022 | 11:32 WIB
Kodam III Siliwangi bantu masyarakat antisipasi kesulitan pangan.

Kodam III/Siliwangi membuat teknologi mikroba Bios 44 dengan memanfaatkan tanah bekas galian pasir yang diolah menjadi lahan produktif, seperti mengembangkan usaha perikanan. 

Hal tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengantisipasi kesulitan pangan terutama pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Demikian dikemukakan Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, usai rapat virtual membahas antisipasi dampak kenaikan BBM, di Ruang Jaya Laksana Polda Jabar, Kota Bandung, pada Senin (6/9/2022).

Arief mengungkapkan bahwa dengan teknologi Bios 44 ini bisa mempercepat panen tanaman satu bulan lebih cepat dibandingkan tanpa Bios 44.

Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan sehat, Kodam III/Slw membuat inovasi Filter Nusantara yang mampu mengubah air limbah atau air laut menjadi air yang dapat dikonsumsi.

"Santri Tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional bergerak dalam 4 bidang yaitu pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dalam bentuk kelompok tani," kata Arief, seperti yang disampaikan 

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan bahwa Pemerintah Daerah juga dapat menyalurkan bantuan bagi masyarakatnya dalam rangka mengurangi dampak kenaikan harga BBM subsidi.

Mendagri juga menyampaikan bahwa 30 persen dari sisa dana Desa sebesar Rp22 triliun akan digunakan untuk membantu masyarakat di desa yang terkena terdampak kenaikan harga BBM.(*)

Baca Juga: Kemarin Fraksi PKS di DPR Walk Out Dukung Demo Tolak BBM Naik, Mardani: Rakyat Sedang Menjerit

Load More