Kodam III/Siliwangi membuat teknologi mikroba Bios 44 dengan memanfaatkan tanah bekas galian pasir yang diolah menjadi lahan produktif, seperti mengembangkan usaha perikanan.
Hal tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengantisipasi kesulitan pangan terutama pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Demikian dikemukakan Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, usai rapat virtual membahas antisipasi dampak kenaikan BBM, di Ruang Jaya Laksana Polda Jabar, Kota Bandung, pada Senin (6/9/2022).
Arief mengungkapkan bahwa dengan teknologi Bios 44 ini bisa mempercepat panen tanaman satu bulan lebih cepat dibandingkan tanpa Bios 44.
Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan sehat, Kodam III/Slw membuat inovasi Filter Nusantara yang mampu mengubah air limbah atau air laut menjadi air yang dapat dikonsumsi.
"Santri Tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional bergerak dalam 4 bidang yaitu pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dalam bentuk kelompok tani," kata Arief, seperti yang disampaikan
Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan bahwa Pemerintah Daerah juga dapat menyalurkan bantuan bagi masyarakatnya dalam rangka mengurangi dampak kenaikan harga BBM subsidi.
Mendagri juga menyampaikan bahwa 30 persen dari sisa dana Desa sebesar Rp22 triliun akan digunakan untuk membantu masyarakat di desa yang terkena terdampak kenaikan harga BBM.(*)
Baca Juga: Kemarin Fraksi PKS di DPR Walk Out Dukung Demo Tolak BBM Naik, Mardani: Rakyat Sedang Menjerit
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Argentina ke Semifinal! Rating Pemain Jadi Sorotan Usai Tumbangkan Swiss
-
Semifinal Final Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina, Lionel Scaloni: Ini Pertandingan Bersejarah
-
Profil Jan S. Maringka, Mantan Kejati Sulsel Disebut-sebut Calon Jaksa Agung RI
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Andi Sudirman Terima Penghargaan Dekranas, Mendagri Puji Sulsel Sebagai Tuan Rumah
-
Parkir Liar di Makassar Kembali Makan Korban, Munafri Ultimatum PD Parkir
-
Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia