KARAWANG - Ruang kelas SD Negeri Jatimulya V di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang ambruk pada Kamis (8/9/2022) pagi. Kejadian ini pun mengagetkan siswa dan guru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN Jatimulya V, Madhuri mengatakan, kajadian amruknyanya ruangan kelas tersebut terjadi pada saat jam belajar. Namun beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Pasalnya, ruang kelas yang ambruk sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 2020 karena kondisinya yang sudah rapuh dan dikhawatirkan ambruk secara tiba-tiba.
“Siswa yang sedang belajar selamat karena bangunan yang roboh tidak digunakan untuk belajar mengajar,” katanya, Jumat (9/9/2022).
Dia menerangkan, akibat ambruknya ruang kelas tersebut saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) terhambat karena kekurangan ruangan untuk proses belajar siswa.
Sebelum kejadian ambruk, wilayah sekitar lokasi sempat didera hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama dua hari. Diduga faktor tersebut dan kondisi bangunan yang sudah rapuh hingga terjadi ambruk.
Pihaknya, masih kata Madhuri sudah mengajukan perbaikan ke instansi terkait sejak lama. Namun belum mendapatkan respon, hingga akhirnya berdasarkan informasi yang didapat, perbaikan baru dianggarkan tahun 2023 mendatang.
“Jadi kami hanya bisa menunggu. Namun ternyata sekolah keburu roboh sebelum diperbaiki,” ujar Madhuri melansir dari Jabarnews.com
Dijelaskan Madhuri, terakhir kali gedung SDN Jatimulya V diperbaiki pada 2017. Namun pada 2020 kondisinya mulai rusak. Beberapa kayu penyangga atap nampak keropos dan menyebar ke bagian atap lainnya.
Baca Juga: Mayat Pria Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Pemakaman Kutagandok Karawang
Sebelumnya, Kepala Disdikpora Karawang Asep Junaedi mengatakan, terdapat 468 ruang kelas SD dan 163 bangunan SMP yang rusak. Kerusakannya variatif, dari mulai ringan, sedang, hingga berat.
Asep mengakui masih banyak bangunan ruang kelas sekolah di Karawang yang sudah cukup tua dan perlu direnovasi, agar bangunan tidak membahayakan siswa. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar