PURWASUKA - Sebanyak delapan warga Kabupaten Subang berhasil dikelabui oleh calo yang mengatasnamakan yayasan penyalur tenaga kerja di Kabupaten Karawang. Kepada para korban, calo ini menjanjikan pekerjaan asal menyetorkan uang kepadanya.
Salah satu korban, Zemi Kurnia Subagja mengaku, dirinya rugi hingga jutaan rupiah setelah ditipu oleh calo tersebut. Dia ditawari lowongan pekerjaan oleh saudaranya, yang sebelumnya datang dan bekerja lebih awal ke Karawang.
“Awalnya ada orang Subang juga saudara, dia nawarin saya, dikenalin sama orang sini buat kerja,” ujarnya mengutip dari pojoksatu.id pada Rabu (25/10/2022).
Dirinya diminta uang sebesar Rp9 juta oleh calo tersebut untuk agar bisa segera mendapatkan kontrak kerja. Menurutya, kontrak kerja tersebut bukan dengan perusahaan tetapi melalui yayasan penyalur tenaga kerja tersebut.
“Saya datang dan udah kontrak, lalu diminta kan Rp9 juta, setelah kontrak itu saya dikasih waktu selambat-lambatnya seminggu baru diterima,” ucap Zemi.
Akan tetapi setelah menyetorkan uang, hingga seminggu berlalu belum ada pemberitahuan terkait pekerjaannya. Bukan kontrak kerja yang didapatnya, namu Zemi diarahkan untuk melakukan proses foto untuk id card tanda pengenal karyawan.
“Setelah difoto itu ditunggu lagi, sampai sekarang hampir 2 bulan dari tanggal 2 September tandatangan kontrak itu belum kerja-kerja,” katanya.
Dia mengatakan, korban dari aksi penipuan calo ini diduga bukan hanya dirinya dan temannya saja tetapi orang lain pun ada.
“Kalau nominalnya beda-beda, ada yang Rp 8 juta, kemarin saya sempat dengar ada yang Rp 12 juta, saya sendiri Rp 8 juta,” katanya.
Baca Juga: 28 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2022 Terbaru, Desain Anak Muda Banget!
Mengenai pekerjaan sendiri, Zemi mengungkap, dirinya bahkan belum sempat bekerja, namun ada beberapa calon tenaga kerja lain dari yayasan penyalur tenaga kerja tersebut, yang sempat bekerja namun tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang dijanjikan.
“Kalau pekerjaan emang sudah ada yang sempat bekerja, tapi cuma seminggu udah di off lagi, nunggu lama lagi. Kalau saya pribadi aja belum sempat kerja sampai sekarang,” ungkapnya.
Zemi menuturkan, modus yang dilakukan oleh calo yang mengatasnamakan yayasan penyalur tenaga kerja tersebut cukup menarik.
“Saya diiming-imingi pekerjaan dengan total gajih yang mencapai upah minimun kawasan (UMK), saya kan menganggur jadi sedang menjadi pekerjaan, tentu saja tergiur,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Richie mengatakan, pihaknya menyarankan agar yang merasa jadi korban melapor kepada pihak kepolisian.
“Kami sudah menyediakan platform lapor Pak Kapolres melalui WhatsApp atau call center 110 (bebas pulsa), bagi siapa saja yang mengalami, melihat gangguan kamtibmas, atau yang merasa jadi korban tindak pidana, silahkan menghubungi lapor Pak Kapolres,” kata Ipda Richie saat dihubungi, Selasa (25/10/2022) malam.
Ia menuturkan, selain melalui platform lapor Pak Kapolres dan call center 110 (bebas pulsa), siapapun warga yang melihat/mengalami gangguan kamtibmas maupun merasa jadi korban tindak kejahatan, disarankan mendatangi kantor kepolisian terdekat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
3 Serum Wardah untuk Flek Hitam, Ada Klaim Kurangi Dark Spot dalam Seminggu
-
Kota Bandung Ramai Demo Mahasiswa, Muhammad Farhan: Saya Yakin Suara Mereka Didengar
-
Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Cari TWS Premium Layar AMOLED? Simak Fitur Menarik Soundcore Liberty 5 Pro Max
-
Cakaran di Pohon Jengkol: Benarkah Beruang Mulai Masuk ke Perkebunan Warga Tanggamus?
-
Menyoal Tulisan di Bak Belakang Truk: Viral, Vulgar, Atau Puitis Saja Sih?
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan