PURWASUKA- Gempa bumi magnitudo 3,9 mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tadi pukul 19.58 WIB.
Gempa magnitudo 3,9 yang mengguncang Kabupaten Sukabumi tersebut merupakan jenis gempa bumi tektonik.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto mengatakan hasil analisa BMKG menunjukkan episenter terletak pada koordinat 7.5 LS dan 106.76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 61 km Tenggara Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 24 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi merupakan jenis gempa bumi dangkal,” tutur Hartanto dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Rabu, 14 Desember 2022.
Gempa tersebut kata dia, dipicu aktivitas sesar dasar laut Lempeng Eurasia atau Intraplate Earthquake.
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat. Gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas II - III MMI.
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ucap dia.
Hingga pukul 20. 25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau dia. ***
Baca Juga: Akun Fanbase Thofulicious Dicatut, Fuji: Guys Tolong Bantu Report Akun Ini
Berita Terkait
-
Gempa Susulan di Cianjur Tercatat 415, Ada Peningkatan Aftershock
-
Penjelasan BMKG Terkait Gempa Magnitudo 4,0 di Pangandaran
-
Gempa Susulan di Cianjur Tercatat 409 Per Selasa 13 Desember 2022
-
Update Informasi Gempa Susulan di Cianjur, Tercatat 408 Aftershock Per Hari Ini
-
8 Korban Gempa Magnitude 5,6 di Cianjur Belum Ditemukan Saat Ini
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?
-
336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu