PURWASUKA - Koordinator Bela Purwakarta, Aa Komara mengatakan, pihaknya merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk pembuatan Jalan Dalem Sholawat dan pendirian Museum Syekh Baing Yusuf.
Rekomendasi ini, sebagai bentuk penghargaan terhadap dua tokoh sentral pendiri Kabupaten Purwakarta. Sehingga generasi muda tidak melupakan asal usul berdirinya Kabupaten Purwakarta.
"Beliau sebagai The Founding Father pendirian kota Purwakarta ini bersama sama Syekh Baing Yusuf, yang notabene masih kerabatnya, dengan segala dedikasinya merintis keberadaan Purwakarta yang kita tinggali sekarang," ucap Aa Komara dalam silaturahmi dan diskusi di kediaman Sejarawan Purwakarta Naurid Muhammad Rifa'i Ilyasa, Senin (26/12/2022).
Dia menerangkan, peran Dalem Sholawat atau R.A.A. Suriawinata berperan penting berdirinya Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, beliau yang dulu adalah Bupati Karawang memindahkan ibukota dari Wanayasa ke Sindangkasih.
Selanjutnya, atas kebijakan beliau dan prakarsanya berganti nama menjadi Purwakarta.
Dia menjelaskan bahwa Dalem Sholawat maupun Syekh Baing Yusuf merupakan dua Figur Sentral yang saling menguatkan di masa awal pendirian Purwakarta. Artinya, sudah sepatutnya pula Dalem Sholawat dijadikan menjadi sebuah nama jalan di Purwakarta.
"Kami mengasumsikannya seperti dua serangkai (dwitunggal) proklamator bangsa Soekarno-Hatta," katanya melansir dari Jabarnews.com.
Menurut Aa Komara, ada beberapa nama tokoh yang secara periode waktu lebih muda ketimbang Dalem Sholawat dan Syekh Baing Yusuf sudah terlebih dahulu menjadi nama jalan.
Misal, sambung dia, Jalan Ibrahim Singadilaga (diambil dari nama Tokoh Masyarakat yang turut berperan memugar Masjid Agung Purwakarta, -sekarang Masjid Agung Baing Yusuf), Jalan Gandanegara (diambil dari nama salah satu Bupati yang pernah bertugas/ berkedudukan di Purwakarta), dan beberapa nama lainnya.
"Dengan demikian akan lebih sempurna jika Sang Tokoh Pendiri dan Perintis Purwakarta dalam hal ini Dalem Sholawat pun diabadikan menjadi nama jalan, dan memang sudah sepantasnya seperti halnya penamaan jalan Syekh Baing Yusuf," tuturnya.
Baca Juga: Denny Cagur Uji Kesabaran Dengar Jawaban Ngelantur Fajar Sad Boy Ditanya Soal Silsilah Keluarganya
Tak hanya itu, Aa Umbara juga menyampaikan bahwa perlunya pendirian atau pembangunan Museum atau Diorama Syekh Baing Yusuf.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan ada beberapa benda peninggalan Syekh Baing Yusuf diantaranya Pedang Pusaka, Kitab, Foto Syekh Baing Yusuf.
"Jika semua variabel bernilai sejarah tersebut dikumpulkan, dirawat, dikemas lalu diperkenalkan ke publik terutama ke para peziarah, rupanya akan memperkuat ketokohan Syekh Baing Yusuf yang notabene secara nasional telah diakui kebesaran namanya," jelasnya.
Aa Komara menilai, selain menambah daya tarik wisata religi tentunya secara umum Purwakarta akan menjadi barometer studi kesejarahan perkembangan Islam di Nusantara.
"Sebaiknya lokasi Museum atau Diorama Syekh Baing Yusuf ini masih dalam satu kompleks dengan Masjid Agung Baing Yusuf untuk mengefisienkan waktu kunjungan para peziarah dari luar Purwakarta," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka