/
Selasa, 03 Januari 2023 | 11:39 WIB
Ikan mati di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. (Jabarnews.com)

PURWASUKA - Jutaan ikan di keramba kolam jaring apung (KJA) mati, diduga akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Waduk Jatiluhur.

Musibah itu terjadi di zona 5, wilayah Pasir Kole dan Pasirlaya, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani dan Desa Kitamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta

Menurut salah satu pemilik kolam, Nono Supriatna, insiden ini mulai terjadi pada Minggu, 1 Januari 2023 malam, semua ikan mengambang dan dalam kondisi mati.

"Ikan semua pada mati, disebabkan udah seminggu enggak ada matahari karena cuaca buruk, jadi air berubah sangat dingin," katanya, Selasa (3/1/2023).

Dia menyebut mati massal ikan ini sudah terdeteksi sejak dua hari lalu, ikan berenang dan mengap-mengap di permukaan air, kemudian tidak lama ikan mengambang dan mati.

Dirinya bukan tidak mengantisipasi cuaca buruk, berdasarkan pengalaman dan perkiraan, puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari 2023. Namun alam berkata lain, cuaca buruk datang lebih cepat terjadi pada Akhir Desember 2022.

"Karena udah tanggung, udah masuk benih di sekitar bulan Oktober. Biasanya kan di bulan dua cuaca buruk," Ucap Nono. 

Dia merinci, sekitar 18 ton ikan di kolam jaring apung miliknya mati semua, ikan usia tanam sekitar 1-2 bulan dibiarkan dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kerugian sekitar Rp 400 juta, kalo udah masuk masa panen bisa lebih banyak kerugiannya. Apalagi yang lain enggak tanam hanya di zona 5 yang tanam jadi kalo pas panen harga jual pasti mahal, ya sekarang di kasih aja ke warga buat bikin ikan asih atau apa," pungkas Nono.

Baca Juga: Kronologi Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Sumbar, Idris Sanur Alami Luka di Kepala

Load More