PURWASUKA - Kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2022 di Kabupaten Karawang tercatat ada sebanyak 116 laporan yang diterima Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak (P2KPA) pada DP3A Kabupaten Karawang, Hesti Rahayu mengatakan, angka laporan yang diterimanya terbilang cukup tinggi.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlahnya meningkat namun tidak signifikan. Pada tahun 2021 ada sebanyak 111 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan tahun 2020 ada 92 laporan.
Hesti menerangkan, banyaknya laporan kasus ini mengindikasikan bahwa kaum perempuan di Kabupaten Karawang sudah mulai berani bicara terkait kekerasan yang dialaminya.
Sambungnya, saat ini kaum perempuan sudah tidak takut atau malu lagi untuk membuat laporan ke pihak-pihak terkait.
"Hal itu, menjadi dua sudut pandang yang berbeda. Kita menilai itu menjadi suatu kemajuan, karena meningkatnya pelapor menandakan mereka (masyarakat) sudah berani melaporkan tindakan kekerasan kepada perempuan dan anak di lingkungannya," katanya mengutip dari Lensapurwakarta.
Hesti mengaku, pihaknya sudah membuat sejumlah program untuk mengatasi kasus kekerasan terhadap perempuan ini. Kemudian juga, ada perwakilan dari DP3A yang ada di setiap kecamatan untuk memantau kasus tersebut.
Selain itu, pihaknya melakukan kampanye untuk melawan tindak kekerasan perempuan dan anak. Dengan demikian, pihaknya menyediakan pelayanan aduan di 30 Kecamatan di Karawang serta kita juga sudah membentuk 6 Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 6 Desa di Karawang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global