PURWASUKA - Masyarakat Kabupaten Karawang dihebohkan dengan adanya pesan berantai di grup aplikasi pesan singkat WhatsApp terkait adanya kabar percobaan penculikan siswa sekolah dasar di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari.
Dalam pesan berantai tersebut berisi narasi tulisan tentang penculikan anak. Selain itu, ada pesan suara tentang kronologis percobaan penculikan terhadap dua pelajar SD yang baru pulang sekolah.
Dijelaskan, pesan suara itu mengatakan, pelaku percobaan penculikan menggunakan mobil berwarna merah dan berhenti persis di depan kedua korban. Namun, percobaan itu gagal karena pihak keluarga korban yang melihat sehingga pelaku kabur.
“Himbauan untuk semua warga
Hati” dan pantau putra putri klo sedang main.
Sedang ramai penculikan anak.
Tetap waspada.
Bila ada yg mencurigakan lapor rt / pihak security jaga,” tulis pesan berantai tersebut, Rabu (25/1/2023).
Kapolsek Purwasari, Iptu Sibarani mengatakan, kebenaran pesan berantai tersebut belum bisa dipastikan. Namun demikian, pihaknya mengimbau orang tua agar selalu menjaga buah hatinya agar terhindar dari kejahatan penculikan anak.
“Belum bisa dikonfirmasi kang kebenarannya, dan belum ada info di wilayah Kecamatan Purwasari,” ucapnya.
Selain itu, warga juga jangan sampai terprovokasi dan menjadi resah atas isu penculikan yang beredar. Pasalnya, polisi akan mengecek kebenaran penculikan yang menghebohkan tersebut.
“Masyarakat perlu berhati-hati tentang info tersebut, namun jangan menjadi cemas dan resah karena info tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya,” katanya mengutip dari Tvberita.com.
Jika terdapat hal-hal mencurigakan maupun potensi kejahatan, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwajib.
Baca Juga: Sinyal Kaesang Pangarep Terjun ke Politik: PDIP Mengamini, Prabowo Subianto Merayu
“Laporkan bila menemukan hal yang dapat menganggu kamtibmas di lingkungan masing-masing, laporkan segera melalui Polsek terdekat atau melalui Lapor Pak Kapolres di nomor WA 082211272003,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik