PURWASUKA - Sebanyak 13 kematian terjadi akibat penyakit deman berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2022 di Kabupaten Karawang. Tercatat dari Januari hingga Desember 2022, kasus DBD di Karawang mencapai 1.320.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, Yayuk Sri Rahayu.
Yayuk menerangkan, terdapat sejumlah kecamatan penyumbang kasus kematian akibat DBD. Paling banyak terjadi di Kecamatan Kota Baru yang mencapai tiga korban jiwa.
“Teluk Jambe, Wadas, Klari, Adiarsa, Cikampek dan Purwasari adalah wilayah DBD tertinggi,” katanya pada Senin, (30/1/2023).
Bila dirincikan, kematian akibat DBD terjadi di Teluk Jambe Timur dua orang, Karawang Timur dua orang, Cikampek, Purwasari, Telagasari, Cilamaya Kulon, Pedes dan Tirtajaya satu orang.
“Yang paling banyak terkena DBD, umur 15-44 tahun (50%), 5-14 tahun (27%), di atas 44 tahun (13%), 1-4 tahun (8%) dan paling sedikit di bawah 1 tahun (2%). Kalkulasi gendernya; 55 persen laki-laki dan 45 persen perempuan," katanya.
“Lalu data kematian, 3 orang masuk kategori umur 15-44 tahun, 2 orang di bawah 1 tahun, 2 orang di atas 44 tahun dan ada satu orang kategori umur 1-4 tahun,” tambah Yayuk.
Yayuk pun mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari BDD, salah satunya melalui gerakan satu rumah satu jumantik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (menguras, menutup dan menyingkirkan) Plus.
“Kami upayakan melalui PSN 3M plus sumber jentik nyamuk. Lalu kami sosialisasikan juga gerakan satu rumah satu jumantik kepada masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Pulang ke Jerman, Bunda Corla sampai Lari-larian di Bandara
Dia menambahkan, apabila upaya pencegahan dan pemberantasan telah dilakukan tapi masih ada yang terkena DBD, maka pihaknya akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).
“Kalau akhirnya tetap terdeteksi kasus DBD, kami sudah sediakan fogging (gratis), kemudian obat-obatan juga kami siapkan,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Menurutnya, ketika masyarakat benar-benar melaksanakan PSN 3M plus di lingkungannya masing-masing, maka vektor penularan virus DBD bisa dihentikan.
“Jangan biarkan jentik lahir jadi nyamuk dewasa, mari sehatkan lingkungan kita, bersihkan halaman, daur ulang barang bekas, kuras bersih penampungan air,” ujarnya.
“Kami mengharapkan peran serta masyarakat, mudah-mudahan di tahun 2023 DBD bisa terkendali,” tambah Yayuk.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur