/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 11:49 WIB
Ponpes di Purwakarta terbakar. (Jabarnews.com)

PURWASUKA - Diduga akibat korsleting listrik, sebuah asrama santri Pondok Pesantren Baitul Ikhwan yang berada di Kampung Babakan RT.002/004, Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta ludes dilalap si jago merah, Sabtu, 18 Februari 2023.

"Kejadiannya dilaporkan sekitar pukul 08.00 WIB, tidak ada korban jiwa," kata Kapolsek Wanayasa, AKP Enjang Sukandi. 

Dijelaskan Enjang, kebakaran itu pertama kali diketahui sejumlah penghuni pondok yang berada di area pesantren tersebut.

"Yang terbakar itu asrama santri. Saat itu semua santri dan pengurus pesantren tengah mengadakan kegiatan rotinan dan sementara ruangan areal yang terbakar kosong. Saksi  melihat ada kepulan asap hitam dan setelah di cek ternyata api menyala di lantai 2 bangunan tersebut," ucapnya. 

Api yang terus membesar, lanjut Enjang, sehingga merambat di seputaran ruangan asrama santri. 

"Kemudian santri dan pengurus Pondok Pesantren minta tolong, dan melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya, namun api terus membesar dan tidak terkendali, lalu melalap gedung pesantren," jelas Enjang. 

Dirinya menyebutkan dalam kejadian tersebut para santri kehilangan Kitab dan bajunya beserta alat lainya yang ikut terbakar.

"Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa ataupun luka para santri sedang berada di luar dan berhasil menyelamatkan diri, hanya saja baju dan alat-alat milik para santri terbakar. Untuk penyebabnya diduga karena korsleting listrik. Kerugian materi ditaksir kurang lebih Rp. 150 juta rupiah," ucap Enjang. 

Terpisah, Kepala UPTD Poswil Operasi II Wanayasa, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Jujun Juhari, mengatakan pihaknya mendapat kabar adanya peristiwa itu pukul 07.50 WIB. 

Baca Juga: Siap Hadiri Milan Fashion Week, Jeno NCT Tampil Keren Bersama Ferragamo

"Jadi setalah mendapatkan laporan tersebut tim kami meluncur ke lokasi kejadian kurang lebih 8 menit dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran," ucap Jujun. 

Dijelaskannya, Tim pemadam kebakaran dari UPTD Poswil Operasi II Wanayasa tiba di lokasi pukul 07.58 WIB dan memulai pemadaman 2 menit setelahnya.

Jajun menyebut, petugas berhasil melokalisir api pada pukul 08.10 WIB. Status pemadaman turun menjadi pendinginan tak lama setelahnya dan api dinyatakan telah padam pada 08.25 WIB. 

Dalam insiden tersebut, dia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa ataupun korban luka. Sedangkan kondisi bangunan pesantren habis terbakar. Untuk kerugian materiil masih dilakukan penghitungan pihak kepolisian. 

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memastikan alat-alat pemicu kebakaran benar-benar aman. Agar bisa mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya. 

Load More