- Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Polri pada 26 Mei 2026.
- Laporan tersebut terkait dugaan ujaran kebencian karena menyebut masyarakat Sumatera Barat sebagai suku yang barbar.
- Permadi Arya membantah melakukan penghinaan dan menilai laporan muncul akibat sentimen negatif pihak pelapor terhadapnya.
Suara.com - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menanggapi laporan polisi yang dilayangkan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) terhadap dirinya di Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat.
“Saya tidak menghina rakyat Sumbar,” kata Permadi Arya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Permadi membantah ucapannya mengandung unsur penghinaan. Menurut dia, penilaian tersebut muncul karena sebagian pihak sudah lebih dulu memiliki sentimen negatif terhadap dirinya.
“Kalau dasarnya sudah benci Abu Janda ya susah, tidak menghina pun bisa dianggap menghina,” ujarnya.
Sebelumnya, DPP IKM resmi melaporkan Abu Janda ke Mabes Polri atas dugaan ujaran kebencian. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim tertanggal 26 Mei 2026.
Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, mengatakan laporan dibuat karena Abu Janda diduga menyampaikan pernyataan yang menyinggung masyarakat Sumatera Barat.
“Diduga beliau telah menyampaikan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat atau Sumbar, yaitu suku barbar,” kata Braditi di Bareskrim Polri, Selasa (26/5/2026).
Menurut Braditi, ucapan tersebut berpotensi memicu keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta kepolisian segera memproses laporan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum DPP IKM, Defrizal Djamaris, menjelaskan bahwa pernyataan yang dipersoalkan berasal dari pidato Abu Janda di sebuah tempat ibadah yang diduga berada di Philadelphia, Amerika Serikat.
Baca Juga: Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan
Dalam pidato itu, kata Defrizal, Abu Janda menyebut daerah dengan akhiran “bar”, seperti Sumbar dan Jabar, sebagai “barbar”.
“Di situ disebutkan bahwa masyarakat yang daerah yang intoleran itu ya, Sumbar, Jabar, itu yang ada barbar di belakangnya itu dianggap masyarakat barbar, seolah itu orang barbar di sana,” ujar Defrizal.
Defrizal menilai istilah tersebut menyinggung masyarakat Sumatera Barat. Ia mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mendefinisikan barbar sebagai perilaku kejam dan tidak beradab.
“Di mana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari barbar itu jelas ya bahwa tidak beradab, kejam, dan manusia yang tidak berperadaban,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?
-
BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026
-
Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan