/
Kamis, 13 April 2023 | 09:33 WIB
Rumah Mak Reken sebelum dan sesudah dibenahi. (Ist)

PURWASUKA - Malang nasib Mak Reken, seorang perempuan lanjut usia tinggal dalam sebuah rumah yang tidak layak (Rutilahu) untuk ditinggali. 

Dalam rumah reot yang berada di Kampung Cisarua RT 013/002, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta itu, Mak Reken tak henti-hentinya mengharapkan hunian layak.

Bagaimana tidak, selama ini perempuan yang berusia 53 tahun itu tinggal di dalam rumah bilik bambu yang sudah rapuh. Tak hanya itu, atap gentengnya kerap kali bocor jika hujan mengguyur.

Salah seorang warga sekaligus relawan dari Sukamulya bernama Usnandi (52) menceritakan tentang kondisi rumah Mak Reken.

Menurut dia, kondisi rumah Mak Reken sudah tidak layak huni ini jika dibiarkan tentunya akan membahayakan keselamatannya. Apalagi, pada saat musim penghujan yang kerap diikuti angin kencang.

"Coba kita lihat kondisi rumah mak reken sebelum di perbaiki, genteng banyak yang pecah material kayu banyak yang lapuk. Kalau itu dibiarkan akan berbahaya bagi keselamatan keduanya," kata warga yang akrab disapa Uus kepada JabarNews.com pada 13 April 2023.

Beruntung nasib Mak Reken, meski dengan fisik yang tidak sempurna, kini dia bisa tinggal dengan nyaman bersama seorang anaknya yang masih berusia 16 tahun setelah rumahnya direnovasi.

Begitulah kata Uus, dirinya bersama relawan lain bergotong royong merenovasi rumah Mak Reken hasil dari bantuan dan donasi orang-orang dermawan.

Sebelas hari lamanya, siang dan malam Uus bersama relawan lain menyelesaikan renovasi rumah Mak Reken.

Baca Juga: Tak Perlu Tunggu Kurir, Pelanggan ruparupa Bisa Belanja Online dan Ambil Barang di ACE, Informa hingga Toys Kingdom

"Mak Reken orangnya layak dibantu, karena gak bisa jalan gak bisa duduk cacat. Saya punya harapan, punya hati menolong," cerita Uus mengkisahkan kondisi Mak Reken.

Tak sampai disitu, salah seorang relawan lain bernama Sutresna Himawan (42) memberikan awal kisah tentang Mak Reken yang tinggal di rumah reot.

Berawal info Mak Reken yang dibawa keluarganya ke Kampung Simpang, Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru. Saat itu, tetangga Mak Reken mengakabarkan tentang kondisi rumahnya yang sudah bocor  dan sudah tidak layak ditempati.

"Rasa terketuk hati ma reken adalah tetangga, sodara. Mak Reken patut dibantu oleh semua orang," ucap pria yang akrab disapa Tresna ini.

Setelah kabar keprihatinan Mak Reken menyebar dari hati ke hati, mulut ke mulut, akhinya berita rumah Mak Reken akan segera dibangun. Banyak relawan-relawan di Desa Sukamulya dan dari luar yang ikut berpartisipasi membangun rumah Mak Reken.

"Dan Alhamdulilah, berkat kolaborasi kerjasama pemerintah desa dengan masyarakat desa dan relawan-relawan," tandas Tresna mengakhiri kisah Mak Reken.***

Load More