/
Jum'at, 21 April 2023 | 22:32 WIB
Festival bedug atau dulag digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. (Jabarnews)

PURWASUKA - Festival bedug atau dulag digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, dalam rangka memeriahkan malam takbiran atau malam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H

Kegiatan yang digelar di Taman Pasanggrahan Pajajaran Purwakarta ini di gelar secara langsung atau offline setelah tiga tahun di gelar secara virtual.

"Kami melaksanakan kegiatan yang biasanya dilaksanakan tiap tahun tapi karena pandemi covid-19 tiga tahun terkahir kami mengadakan secara virtual yaitu peserta di kantor masing-masing dan juri menilai secara virtual, hari ini langsung dilaksanakan di alun-alun Purwakarta, tapi peserta di batasi hanya opd saja pesertanya 34 plus 17, kurang lebih 41 peserta yang hari ini melakukan festival dulag tahun 2023," ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika disekitar area festival, Pada Jumat, 21 April 2023, petang. 

Wanita yang akrab disapa Ambu Anne itu menyebutkan, festival ini digelar sebagai bentuk rasa syukur dan memeriahkan kemenangan, event ini juga untuk mengajak masyarakat purwakarta menggemakan lantunan takbiran. Selain itu adanya kegiatan ini untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung di kabupaten Purwakarta.

"Tentu festival ini untuk memeriahkan takbiran dan mengajak masyarakat untuk mengumandangkan takbir di alun-alun, sehingga hari kemenangan terasa meriah setelah 1 bulan penuh kita melaksanakan ibadah bulan ramadhan," tutur Ambu Anne. 

Ambu Anne menyebut, para peserta festival ini terdiri dari 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 17 Kecamatan yang ada di Purwakarta, mereka menghiasi bedug dengan khasnya masing-masing dan potensi di daerahnya masing-masing.

"Tidak hanya menampilkan bedug, para peserta melengkapi alat musik lain seperti calung, angklung, kendang, kohkol hingga drum," jelasnya. 

Cara menabuhnya pun bervariatif, mereka mengkreasikan tabuhan bedug hingga menghasilkan suara yang merdu, tak jarang mereka kolaborasi dengan musik lain agar semarak tabuh bedug semakin meriah. Peserta juga mendekorasi tempat hingga pakaian yang unik serta menarik.

"Sebetulnya panitia sudah mengarahkan mengangkat potensi daerah atau kecamatan termasuk OPD ciri khasnya apa misal damkar nanti ada ornamen damkar dan lainnya sama mereka menghias dulag di tabuh ada beberapa peserta mengumandangkan takbir," ungkap Ambu Anne.

Baca Juga: Mulai Panas! Ganjar Pranowo Jadi Capres PDIP, PAN, Golkar dan PPP Bakal Gelar Pertemuan Langsung

Menurut Ambu Anne, kegiatan tersebut digelar untuk mengakomodir kegiatan pawai beduk yang banyak dilakukan oleh berbagai komunitas dan kelompok masyarakat sambil berkeliling kota. Kondisi itu rawan kecelakaan karena banyak masyarakat yang melakukan takbir keliling menggunakan kendaraan terbuka yang mengabaikan aspek keamanan berlalu lintas.

"Dengan diadakan festival tersebut masyarakat bisa lebih tertib dan aman saat mengikuti takbiran, sehingga seluruh masyarakat Purwakarta bisa menikmati suasana malam takbir secara khidmat dengan aman dan lancar," ungkap Ambu Anne.

Load More