SUARAPURWOKERTO. ID, KEBUMEN-Sempat dua tahun dilarang mudik karena pandemi COVID-19, kini di tahun 2022 warga kembali diperbolehkan mudik lebaran oleh pemerintah.
Kesempatan ini tentu tidak akan disia-siakan masyarakat setelah menahan rindu terhadap keluarga di perantauan.
Bahkan, berdasarkan survei, diprediksi 85,5 juta masyarakat kita akan melaksanakan mobilitas atau perjalanan selama lebaran di tahun 2022.
Polda Jateng telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan lebaran termasuk di Kabupaten Kebumen.
Siang ini, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama pejabat utama Polda Jateng melakukan monitoring kesiapan pengamanan lebaran di Kebumen, Selasa (26/4/2022).
Menurut Kapolda, secara umum pospam dan pelayanan masyarakat di jajaran Polda Jawa Tengah siap untuk melaksanakan kegiatan mudik tahun ini.
Pos pelayanan mudik lebaran Haji Tino di Desa Kenojayan, Kecamatan Ambal Kebumen menjadi salah satu yang disambangi Kapolda.
Ia mengatakan, dari hasil monitoring jalur selatan-selatan Kebumen, kondisi jalan sangat halus. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati karena kurangnya penerangan ditambah kondisi jalan yang halus dan melenakan.
"Saya imbau nanti harus berhati-hati untuk tidak lengah, karena jalurnya ini sangat bagus sekali jangan sampai terjadi kecelakaan yang fatal karena kelalaian kita," kata Irjen Pol Ahmad Lutfi dalam keterangan persnya
Menurutnya, jalur selatan-selatan Kebumen bisa menjadi alternatif agar arus mudik selama lebaran semakin lancar ketika memasuki Jawa Tengah.
Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mengaku sudah menyiapkan pengamanan maksimal untuk arus mudik di wilayah Kebumen. Bahkan, operasi ketupat yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2022 telah digelar lebih awal untuk mengakomodasi pemudik.
"Karena adanya informasi masyarakat sudah mulai mudik ke wilayah Jawa dan Bali maka kita langsung menggelar operasi ketupat," ungkap AKBP Piter.
Pada kesempatan sama, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengakui kondisi lampu penerangan jalan yang kurang. Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak memacu kendaraannya.
Kebumen dikatakannya memiliki tiga urat jalur besar, yakni jalur utama di sisi utara, Jalan Daendels dan JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan).
" Yang paling penting masyarakat harus menjaga kecepatannya karena ini los betul seperti jalan tol, harus menghindari batas kecepatan maksimalnya, 80 km/jam," katanya.
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Review My Perfect Stranger, Ajak Penonton Renungi Takdir Lewat Time Travel
-
Stok Beras Aceh Tembus 123 Ribu Ton, Bulog Pastikan Aman hingga Awal 2027
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut