PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Fenomena embun es Dieng sempat menyelimuti wilayah komplek Candi Arjuna Dieng pada Kamis pagi (30/6/2022) lalu. Dedaunan dan rerumputan hijau seketika memutih karena tertutup embun es. Pemandangan ini mirip salju di negeri empat musim.
Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara Sri Utami mengatakan, fenomena langka yang terjadi pagi itu bertepatan dengan libur sekolah.
Dieng akhir-akhir ini juga mulai ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menghabiskan masa libur sekolah. Sejumlah wisatawan pun beruntung karena bisa menyaksikan fenomena langka itu di Candi Arjuna.
"Betul, kemarin cuaca cerah," katanya
Kabar kemunculan embun es Dieng ini rupanya memantik wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Dieng.
Terlebih aktivitas wisata saat ini tidak lagi sudah dilonggarkan. Selain memang bertepatan dengan masa libur sekolah.
Mereka berbondong-bondong ke Dieng dengan harapan bisa menyaksikan embun es. Sayang fenomena embun es memang tidak bisa dipastikan kapan kemunculannya.
Hari-hari berikutnya setelah embun es turun, sampai hari ini, Sabtu, (2/7/2022), fenomena itu tidak terlihat kembali.
Padahal, sejumlah wisatawan sejak pagi buta sudah menunggui kehadiran embun es di komplek candi Arjuna. Mereka rela berjibaku dengan dinginnya hawa Dieng di pagi hari untuk sekadar bisa menyaksikan fenomena langka itu.
Baca Juga: Jadwal Konser Westlife di Indonesia dan Harga Tiket
Alhasil, banyak wisatawan yang harus "gigit jari" karena embun es yang ditunggu tidak datang.
Uut mengatakan, banyak wisatawan yang sengaja menginap di Dieng agar bisa menyaksikan bun upas. Biasanya, mereka akan datang ke komplek candi di pagi buta atau setelah fajar. Sebab embun es hanya bisa disaksikan pada pagi sebelum terik. Karena candi belum dibuka, mereka biasanya berkmpul di lapangan komplek candi yang terbuka setiap waktu.
Saat matahari mulai terik, sekitar pukul 07.00 Wib ke atas, embun es mulai mencair hingga berangsur lenyap dari permukaan dedaunan.
“Banyak yang kecele,”katanya
Embun es adalah fenomena langka yang hanya terjadi di wilayah ketinggian tertentu, misal Dieng. Embun es terbentuk ketika suhu mencapai titik beku, biasanya di bawah 0 derajat celcius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua