/
Kamis, 21 Juli 2022 | 18:57 WIB
Shin Tae-Yong (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Viral peringatan dari pelatih timnas yaitu Shin Tae-Young, tidak menginginkan Timnas Indonesia memilki pemain yang malas. Pelatih asal korea ini mengutamakan pengorbanan alih alih kualitas pemain. Pelatih Timnas kali ini sangat tegas dan disiplin ia menginginkan pemain yang yang terus bergerak dan berlari. mantan arsitek berusia 53 tahun ini tidak suka dengan pemain yang kurang ngotot saat bermain.

"Saya selalu mendambakan pemain di lini depan kudu lebih berlimpah laksanakan konvoi dan lari ketimbang pemain lawan," kata pelatih timnas shin Tae-Yong, didalam wawancaranya di Youtube Sport77 Official.

"Ini baru dapat tingkatkan mungkin Timnas Indonesia sanggup menang," imbuh instruktur Korea Selatan di Piala Global 2018 tersebut. Shin Tae-Yong bahagia pemain Timnas Indonesia Fight di atas lapangan. Bahkan hingga mau berkorban. Dia ogah melirik pemain berkualitas tetapi malas.

"Saya memicu keadaan layaknya ini supaya para pemain yang malas bukan dapat masuk Timnas Indonesia," Ungkap Shin Tae-Yong.

"Saya lebih memilih pemain yang mau mengorbankan dirinya di Timnas Indonesia walaupun kemampuannya tidak cukup," terang shin Tae-Yong.

Tak hanya tersebut, shin Tae-Yong Juga bingung bersama dengan klub yang mencadangkan pemain Timnas Indonesia. Dia bingung bersama situasi tersebut. Gara-gara, pemain team nasional seharusnya jadi starter di klub.

"Saya juga menyayangkan pemain yang saya pilih dan bermain di Timnas Indonesia, malah bukan jadi pemain primer di klubnya," papar Shin Tae-Yong.

"Sebenarnya bukan tersedia boleh budaya layaknya tersebut, perlu dihilangkan. Baru nantinya penyerang-penyerang lokal ini mampu bersaing bersama dengan pemain-pemain asing," imbuhnya.

Shin Tae-Yong Mengidentifikasi krisis lini depan Timnas Indonesia. Temuannya masih serupa berasal dari masalah-masalah. Masalahnya klasik. Striker lokal kalah bersaing berasal dari penyerang asing di level klub.

Baca Juga: Komnas Perempuan Ungkap Kondisi Terkini Istri Ferdy Sambo, Syok dan Kerap Menangis

"Kompetisi kudu kuat baru mampu Timnas Indonesia kuat. Memang kasus yang paling besar di Perserikatan Indonesia tersebut bek dan striker yang selalu diisi oleh pemain asing," ujar Shin Tae-Yong.

"Pembinaan usia dini juga perlu sanggup memicu penyerang baik. Tapi, hingga sementara ini, bukan dapat dibuat. Taktik yang saya mendambakan memang tanpa penyerang primer," lanjutnya.

Shin Tae-Yong sudah mencoba sebagian striker di Timnas Indonesia. Mulai berasal dari Dedik Setiawan sampai Dimas Drajad. Hasilnya belum sebabkan arsitek asal Korea Selatan tersebut tersenyum lebar. Suasana layaknya ini memaksa Shin Tae-Yong untuk bereksperimen pada para gelandang serangnya. Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, hingga Saddil Ramdani terkadang dimainkan sebagai false nine.

"Menjadi saya juga sebenarnya instruktur yang puas bersama gaya tanpa striker layaknya ini. Untuk ke depannya kompetisi mesti membawa dampak striker yang baik sehingga di timnas berlimpah striker yang dapat mengakibatkan tak terhitung gol," jelasnya.

Load More