/
Senin, 22 Agustus 2022 | 10:53 WIB
mahasiswa Unhas non biner


PURWOKERTO.SUARA.COM- Publik Indonesia tengah dihebohkan dengan pengakuan dari salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin yang menyebutkan dirinya sebagai non-biner atau berada diantara laki-laki perempuan saat pengenalan kampus.

"Tidak keduanya. Makanya gender netral pak,"kata mahasiswa itu

Sontak hal tersebut membuat dirinya dikeluarkan dari acara pengenalan kampus oleh salah satu dosen yang berada di tempat tersebut.

Alhasil video yang diunggah di media sosial mengenai mahasiswa Universitas Hasanuddin itu viral dan ditonton ratusan ribu kali. Banyak netizen yang memberikan pendapatnya mengenai keberanian mahasiswa itu.

Namun, tak sedikit pula yang mendukung tindakan yang dilakukan oleh sang dosen dengan mengeluarkan mahasiswa itu dari acara.

Menurut Stonewall.org.uk sebuah yayasan yang memperjuangkan hak-hak LGBT di Inggris dan terbesar di Eropa menjelaskan ‘Non-Biner’ atau ‘Non-Binary’ adalah sebuah payung bagi orang-orang yang tidak nyaman dengan identitas ‘pria’ atau ‘wanita’.

Non-biner sangatlah bervariasi, sebagai contoh ada beberapa orang yang masih mengidentifikasi diri mereka pada aspek biner. Ada pula yang menolak sepenuhnya aspek yang mengidentifikasi diri mereka. (Citra Safitrah)

Untuk memahami hal itu, beberapa dari mereka lebih senang mengatakan diri mereka dengan pronouns ‘Them/they’ bukan sebagai ‘She’ atau ‘He’ jika didalam penggunaan bahasa Inggris.

Tak hanya itu beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ‘Non-binary people’ atau ‘Orang non-biner’ tidak nyaman bila menggunakan ‘Mr’ atau ‘Mrs’ atau dalam penggunaan bahasa Indonesia Tuan dan Nyonya.

Baca Juga: Ratusan Sastrawan Muda Penuhi Taman Pintar Yogyakarta, Ada Apa?

Lebih baik dan aman jika menggunakan alternatif seperti ‘Mx’ (dibaca ‘Mix’ atau ‘Mux’) saat bertemu dengan Non-binary people.

Load More