PURWOKERTO.SUARA.COM Kemajuan teknologi yang semakin pesat, membuat semua orang tak dapat lepas dari handphone. Mirisnya hal ini tidak terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak juga kerap menggunakan smartphone dalam berbagai kesempatan. Padahal penggunaan smartphone yang terlalu lama bagi anak dapat memengaruhi kesehatan.
Anak memiliki batasan waktu dalam menatap layar sesuai usia. Hal ini disebut screen time atau waktu untuk menatap layar bagi anak sesuai usia.
Namun, banyak anak menatap layar melebihi batas yang seharusnya. Para orang tua harus waspada jika sang anak terlalu lama bemain dengan smartphonenya.
Beberapa rekomendasi “Screen Time” pada Anak.
Balita berusia kurang dari 18 bulan tidak direkomendasikan menatap layar handphone kecuali video chatting. Jika memiliki balita berusia dibawah 18 bulan sebaiknya tidak mengenalkan handphone terlebih dulu.
Anak usia 18-24 dapat dikenalkan dengan media namun dengan batas waktu yang sangat minim. Orang tua juga disarankan untuk memilih program/aplikasi yang memiliki kualitas yang baik serta pendampingan terhadap anak dalam menggunakannya.
Menatap layar sebenarnya tidak hanya melihat handphone tetapi televisi juga. Orang tua sebaiknya tidak membiarkan anak kurang dari 2 tahun untuk menonton televisi. Anak dapat diarahkan untuk melakukan aktivitas lain, misalnya melatih kemampuan motorik anak, menstimulasi perkembangan otak dengan mengajak berbincang, bermain, bernyanyi, dan membaca bersama.
Bagi anak berusia lebih dari 2 tahun, batasi waktu menonton TV dan video game, maksimal 2 Jam/hari. Hindari penggunaan gadget pada saat makan atau saat anak ditinggal mengerjakan kegiatan lain.
Jika mengajak anak menonton televisi, orang tua perlu memilih program TV yang edukatif, informatif dan tidak mengandung kekerasan. Dampingi anak ketika menonton televisi dan beri edukasi mengenai yang ditonton.
Baca Juga: Ingin Membuat Konten Video yang Keren? Gunakan Aplikasi Editing Ini
Orang tua perlu disiplin dengan cara matikan TV/media lain apabila tidak digunakan.
Saat anak menangis, orang tua perlu menahan diri untuk tidak memberikan media/gadget untuk menenangkan anak karena hal itu akan berpengaruh pada perkembangan pengendalian emosi mereka
Orang tua perlu menetapkan waktu tanpa media/gadget. Misalkan saat makan malam dengan keluarga atau saat sedang berkumpul dengan keluarga. Gunakan waktu tersebut untuk meningkatkan kedekatan antara anak dan keluarga. (iruma cezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target