PURWOKERTO.SUARA.COM, KEDIRI – Viral video yang memerlihatkan jenazah diantar beberapa perangkat desa di Desa Kedak Kecamatan Semen, Kediri, Jawa Timur. Narasi dalam video itu, jenazah hanya tidak ada yang mengantar sehingga harus perangkat desa turun tangan.
Setelah dilakukan pengusutan lebih lanjut, penyebar video pemakaman jenazah tanpa diantar tetangga di Kediri mengaku salah dan meminta maaf. Sebelumnya, cuplikan video singkat itu viral di sosial media karena disertai teks yang membuat netizen turut menghujat almarhum.
Perempuan paruh baya berinisial L yang sehari-hari tinggal di Bali itu meminta maaf atas perbuatannya, asal menyebar video yang dia dapat dari grup media sosial. Ia mendatangi langsung keluarga almarhum.
“Saya pemilik akun yang mengunggah video pemakaman yang viral di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Saya hari ini datang untuk klarifikasi berhubung viralnya video tersebut. Dan saya minta maaf kepada keluarga almarhum, seluruh warga Kedak, dan seluruh aparat pemerintahan Desa Kedak, kepolisian, kecamatan dan semua pemerintahan. Saya minta maaf karena video tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang ada, karena saya mendapat kiriman jadi untuk hari ini saya menyaksikan langsung ke keluarga tersebut. Demikian klarifikasi,” ujar L dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial.
Sementara itu Sunarti Kepala Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang turut mendampingi L untuk menemui keluarga almarhum itu, menyampaikan bahwa penyebar video tidak memiliki motif apa pun.
“Nggak ada maksud apa-apa, yang bersangkutan soalnya juga tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya,” kata Sunarti Sabtu (24/9/2022).
Sunarti juga mengingatkan, agar peristiwa itu dijadikan pelajaran untuk semua pengguna media sosial.
“Pesan saya sebaiknya berhati-hati dalam mengunggah apapun di medsos. Walau tidak ada larangan, cek kebenaran dahulu sehingga tidak menimbulkan pendapat yang merugikan pihak lain. Ingat bahwa ada juga undang-undang IT dengan sanksinya,” tandas Sunarti.
Sebelumnya, cuplikan video singkat pemakaman warga yang terlihat hanya diantarkan perangkat desa berseragam dinas, tanpa tetangga, viral di sosial media.
Baca Juga: Tak Terima Dipecat, Sambo Gugat Putusan Sidang Banding Pelanggaran Kode Etik Polri ke PTUN
“Bukan cerita televisi. Ini nyata tadi siang meninggal gak ada yang nganterin. Sampe perangkat desa yang nganterin ke makam. Semoga kita semua nanti meninggal dalam keadaan baik. Husnul Khotimah dan banyak yang mendoakan,” tulis L dalam video yang diunggahnya.
Sunarti menyayangkan teks video itu. Menurutnya, tidak lah benar jika tidak adanya tetangga atau warga lain yang mengantar, karena sikap anti sosial almarhum semasa hidupnya.
Almarhum dan keluarga mengalami keterbelakangan mental. Kondisi di lingkungan tersebut sangat tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan cepat terhadap jenazah. Sehingga perangkat desa turun tangan melakukan proses pemakaman.* (ANIK AS)
Berita Terkait
-
Dimas Drajat Cetak Gol, Timnas Indonesia Sementara Unggul 3-2 dari Curacao
-
Sering Diabaikan, Orang Tua Wajib Perhatikan Nafsu Makan Remaja
-
Terbukti Langgar Kode Etik Pada Kasus Brigadir J, 4 Anggota Divisi Propam Disanksi Pembinaan Mental
-
Banjir Renggut Nyawa Ribuan Warga Pakistan, Pemerintah RI Kirim Bantuan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar
-
8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan
-
3 Mobil Mitsubishi Termurah tapi Belum Ketuaan: Mulai 90 Jutaan, Maticnya Jarang Masuk Bengkel
-
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review
-
Rumah Mewah Bertingkat di Semarang Disita KPK, Nama Fadia Arafiq Terpampang di Plang
-
Densus 88 Ungkap Game Online Jadi Jalur Baru Perekrutan Radikalisme di Jateng
-
7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai
-
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
-
Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce
-
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus