PURWOKERTO.SUARA.COM- Hujan deras mengguyur wilayah Aceh timur menyebabkan ribuan rumah yang ada di 14 desa dan tersebar di lima kecamatan terendam banjir.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatatkan pada Minggu, 6 November terdapat 2.099 rumah yang terdampak banjir.
Mengutip dari Antara, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Aceh Timur Ashadi mengungkapkan akan adanya kemungkinan banjir terus meluap dengan ketinggian yang bervariasi.
“Ketinggian air berkisar antara 30 centimeter hingga satu meter dari permukaan jalan. Jika hujan masih mengguyur, maka ketinggian air akan terus meningkat,” jelas Ashadi.
Sementara itu, sebaran rumah yang terendam banjir adalah Gampong (Desa) Pante Labu, Ga,png Blang Seunong, dan Gampong Gambi di Kecamatan Pante Bidari.
Lalu, ada Gampong Penaron Baru, Gampong Peunaron Lama, Gampong Arul Pinang, dan Gampong Sri Mulya di Kecamatan Peunaron.
Kemudian, satu desa di Kecamatan Ranto Peureulak yakni Gampong Seumanah dan satu desa Kecamatan Simpang Ulim di Gamping Teupin.
Selanjutnya, Gampong Lhok Seuntang di Kecamatan Julok, Gampong Jambo di Kecamatan Birem Bayeun Labu.
Serta yang terakhir desa di Kecamatan Sungai Raya yang meliputi Gampong Seunabok Aceh, Gampong Gajah Meuntah, dan Gampong Paya Keutapang.
Baca Juga: Sesuaikan Inflasi, Segini Besaran UMP Jateng yang Disetujui Ganjar
Menurut penuturan Alshadi, pihaknya terus melakukan koordinasi korban terdampak banjir dan evakuasi di beberapa titik.
“Banjir juga menyebabkan ratusan jiwa mengungsi di sejumlah titik.n berdasarkan data, jumlah pengungsi sebanyak 480 jiwa dari 120 keluarga. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk penyaluran bantuan serta evakuasi warga yang membutuhkan.”
(Citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset