PURWOKERTO.SUARA.COM – Ekonomi Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat pasca pandemi yang terjadi dua tahun lalu. Bahkan saat ini nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai USD315 miliar pada tahun 2030. Pun pemerintah terus memberi perhatian serius terhadap akselerasi transformasi ekonomi.
Tidak terkecuali dengan membengun Insfrastruktur Indonesia yang terkoneksi. Hal itu seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu. 23 November 2022.
Ganjar mengatakan pembangunan infrastruktur di Banyumas Raya harus terkoneksi agar dapat semakin memantik pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. "Ya, sebenarnya kan kita membangun kawasan di Banyumas Raya itu sudah cukup lama, maka kenapa kemudian infrastrukturnya mesti terkoneksi, tapi belum tuntas," katanya.
Ganjar mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara kunci pada acara seminar dalam rangkaian kegiatan Muktamar Ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah, yang diselenggarakan di Purwokerto, 22-25 November 2022.
Wilayah Banyumas Raya meliputi lima kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Ganjar pun mencontohkan perjuangan untuk mengembangkan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga yang dilakukan sejak dulu, namun baru berhasil saat sekarang.
"Itulah yang kita harapkan nanti menjadi trigger pertumbuhan ekonomi di sekitar Banyumas Raya. Saya kira beberapa bupati yang pernah bertemu sudah sepakat untuk mengembangkan (bandara) itu," ujarnya.
Kendati demikian, Ganjar mengakui gempuran pandemi COVID-19 menjadi problem yang membuat masyarakat harus bangkit lagi.
Oleh karena itu, kata dia, infrastruktur yang sudah disiapkan tersebut harapannya nanti akan memperlancar roda ekonomi yang ada di sekitar Banyumas Raya.
"Sekarang tinggal kita mengisi kegiatan, meng-create event. Kalau event-nya banyak orang akan datang, tapi kalau menunggu mereka datang sendiri, membuat kegiatan sendiri-sendiri, ya enggak akan jalan," katanya.
Baca Juga: Ikuti Langkah Timnas Arab Saudi, Jepang Kalahkan Jerman 2 - 1
Oleh karena itulah, kata Ganjar, tugas pemerintah untuk memberikan insentif-insentif dan program-program agar menjadi stimulan gerakan ekonomi, sosial, dan budaya dari infrastruktur yang telah ada itu.
Dalam hal ini, infrastruktur yang bagus tidak hanya mendukung perekonomian dan pariwisata juga sektor-sektor lainnya.
"Semua, kalau infrastrukturnya bagus, ya bagus. Itu kalau jalannya buruk ya misuh-misuh (marah-marah)," kata Ganjar.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI