/
Kamis, 24 November 2022 | 17:14 WIB
tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau covid 19 ((Suara.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM-Indonesia berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin bernama Indovac adalah vaksin untuk Covid-19 yang dikembangkan oleh PT Bio Farma yang berlokasi di Bandung. Perusahaan ini bekerja sama dengan Baylor College of Medicine USA untuk membuat vaksin tersebut.

Vaksin Indovac adalah vaksin Covid-19 platform protein subunit rekombinan. Antigen yang digunakan ialah protein rekombinan receptor binding domain (RBD) yang merupakan bagian dari virus SARCoV-2 dan dihasilkan pada sel inang ragi (yeast) Pichia Pastoris. 

Pada tahun 2022, Pemerintah menargetkan kapasitas produksi vaksin Indovac 20 juta dosis. Sedangkan di tahun 2023 akan ada 40 juta dosis.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin edar atau Emergency Used Authorization (EUA) kepada Vaksin ini pada 24 September 2022. Dan telah menerima sertifikasi halal dari MUI setelah disuntikan untuk pertama kalinya pada 13 Oktober lalu. 
Untuk Penggunaannya, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan tata laksana penggunaan vaksin Indovac yang dapat disimak sebagai berikut:
1.Vaksin Indovac dapat diberikan kepada pengguna yang berusia lebih dari 18 tahun.
2.Kemasan satu vial dengan @ 10 dosis (5 ml)
3.Sebagai dosis primer diberikan secara intramuskular (pada otot) sebanyak dua dosis, masing-masing 0,5 mL dengan interval 18 hari.
4.Sebagai dosis lanjutan (booster) untuk vaksin primer Sinovac diberikan satu dosis dengan dosis penuh (full dose) 0,5 ml.
5.Sebelum dilakukan penyuntikan, calon pengguna harus melakukan screening kesehatan sesuai dengan format screening yang sesuai.
6.Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8 C, kering dan vaksin tidak boleh dibekukan.

Load More