/
Sabtu, 10 Desember 2022 | 22:55 WIB
Kawasan disekitaran Curah Kobokan. ((Foto. BPBD Lumajang))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca erupsi Gunung Semeru kondisi jalur Lumajang Malang yang sebelumnya terputus saat ini sudah bisa kembali di lalui setelah dilakukan perbaikan oleh berbagai pihak. Sabtu, (10/12/2022).

Patria Dwi Hastiadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyampaikan berkaitan perkembangan kondisi di Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru pada Minggu, 4 Desember 2022 lalu.

Menurut Patria erupsi yang mengakibatkan awan panas guguran (APG) yang meluncur sampai kawasan Jembatan Gladak Perak hingga memutus jalan utama Malang-Lumajang via Jembatan Gantung Gladak Perak, begitu juga jalur alternatif via Curah Kobokan saat ini terus ditangani.

"Bahkan untuk jalur Malang-Lumajang via Curah Kobokan yang sebelumnya putus total saat ini bisa dilalui untuk kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil pribadi," kata Patria.

Menurutnya jalur alternatif Malang menuju Lumajang dan sebaliknya, melalui jalur Curah Kobokan merupalam jalan alternatif yang biasa digunakan oleh warga sekitar.

Mengingat vitalnya akses jalur tersebut bagi masyarakat, membuat pihak BPBD  memberi perhatian serius. Sehingga lokasi jalur itu dilakukan perbaikan olah petugas gabungan agar bisa dilalui oleh warga sekitar. 

Patria menyebut jika sebelumnya status awas, di Gunung Semeru membuat jalur tersebut hanya boleh dilalui untuk petugas. Namun setelah ada penurunan status, pemangku kebijakan sudah mengizinkan masyarakat untuk melintas tetapi tetap kondisional dengan melihat cuaca di bagian hulu Semeru.

Nantinya jalur akna ditutup apabila kondisi tidak memungkinkan, seperti cuaca di puncak Gunung Semeru terjadi hujan. Adapun jalur Curah Kobokan sudah diperbaiki, tetapi balum normal 100, sehingga harus dilalui secara bergantian.***

Baca Juga: Ngaku Dapat Jatah di Malam Pertama, Kaesang : Capek Woi

Load More