PURWOKERTO.SUARA.COM- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat di wilayah pesisir Indonesia untuk waspada banjir rob sepanjang libur akhir tahun dan tahun baru 2023.
Banjir yang disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi karena adanya fenomena di atmosfer. Sementara itu, BMKG telah merilis peringatan cuaca ekstrem pada 21 Desember lalu selama sepekan ke depan.
Menurut perkiraan BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi mulai 21 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023 mendatang.
Berikut daftar, wilayah di Indonesia yang berpotensi terjadinya banjir rob, yaitu:
1.Pesisir Aceh (Pesisir Sabang, Meulaboh): 20 - 28 Desember 2022
2.Pesisir Sumatera Utara (Pesisir Belawan dan sekitarnya): 20 - 27 Desember 2022
3.Pesisir Sumatera Barat (Pesisir Padang, Padang Pariaman, Agam Tiku, Pasaman Barat dan Pesisir selatan): 23 - 26 Desember 2022
4.Pesisir Lampung: 22 - 27 Desember 2022
5.Pesisir Kep. Riau: 21 - 31 Desember 2022
6.Pesisir Bangka Belitung: 24 - 31 Desember 2022
7.Pesisir Banten 21 Desember: 2022 – 5 Januari 2023
8.Pesisir utara DKI Jakarta: 20 - 27 Desember 2022
9.Pesisir Jawa Barat: 20 - 31 Desember 2022
10.Pesisir utara Jawa Tengah: 28 Desember 2022 – 8 Januari 2023
11.Pesisir selatan Jawa Tengah: 22 - 27 Desember 2022
12.Pesisir Jawa Timur: 21 - 26 Desember 2022
13.Pesisir NTB: 21 - 26 Desember 2022
14.Pesisir NTT: 22 - 28 Desember 2022
15.Pesisir Kalimantan Barat: 24 - 29 Desember 2022
16.Pesisir Kalimantan Tengah (Kotawaringin Barat): 24 - 29 Desember 2022
17.Pesisir Sulawesi Utara: 20 - 29 Desember 2022
18.Pesisir Sulawesi Selatan: 23 - 25 Desember 2022
19.Pesisir Maluku Utara: 25 – 29 Desember 2022
20.Pesisir utara Papua (Jayapura): 24 - 30 Desember 2022
21.Pesisir Papua Selatan (Merauke): 23 - 27 Desember 2022
Oleh karena itu, Dwikorita mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk waspada potensi banjir rob serta cuaca ekstrem, ia juga mengungkapkan bahwa BMKG akan terus memantau kondisi cuaca terkini melalui media sosial dan aplikasi BMKG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset