/
Kamis, 09 Februari 2023 | 18:13 WIB
Bangunan rusak karena gempa di Papua

PURWOKERTO.SUARA.COM, PAPUA-Gempabumi 5.4 SR yang terjadi di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/2), mengakibatkan sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak. Sebanyak empat warga meninggal dunia akibat bangunan runtuh saat gempa terjadi. 


Dalam video yang beredar di media sosial, tampak bagian bangunan sebuah pusat perbelanjaan (mall) runtuh. 

Tampak pula atap bangunan showroom juga runtuh dan menimpa beberapa mobil baru di bawahnya. Serta bangunan fasilitas umum lain juga tampak rusak. 

Di sebuah rumah sakit, tampak sejumlah pasien dievakuasi keluar untuk menyelamatkan diri dari dampak gempa yang menggetarkan bangunan fasilitas kesehatan itu. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura Asep Khalid menjelaskan, keempat korban ditemukan di antara puing bangunan cafetaria yang roboh oleh guncangan gempabumi.

Asep menuturkan letak cafetaria tersebut berada di atas perairan di kawasan Kota Jayapura. Sehingga proses evakuasi dilakukan oleh tim ahli  menyelam.

"Kafe ada yang roboh dan di situ ada empat meninggal. (Para korban) Ada di kafe, guncangan lalu roboh. Roboh lalu (para korban) tertindih. Langsung jatuhnya ke laut bangunannya. Bangunannya ada di pinggir talud ," jelas Asep

Asep menuturkan, pada saat terjadi gempabumi yang dirasakan kuat selama 2-3 detik, masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Pada saat menyampaikan laporan kepada Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, Asep merasakan gempabumi susulan yang kembali terjadi.

“Gempabumi tadi dirasakan kuat selama 2-3 detik. Ini sekarang terasa guncangan gempabumi sedang berjalan,” ujar Asep.

Baca Juga: Gabung PAN, Verrel Bramasta Siap Nyaleg

Selain  itu, Asep melaporkan beberapa bangunan seperti rumah, fasilitas umum dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Beberapa pasien RSUD Kota Jayapura turut diungsikan ke halaman gedung untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Keluar-keluar betul. Semuanya (pasien) di luar," jelas Asep.

Lebih lanjut, tim BPBD Kota Jayapura bersama lintas instansi terkait masih dalam pendataan lebih lanjut mengenai kerusakan maupun korban jiwa. Tim gabungan juga mendirikan tenda posko dan tenda darurat untuk evakuasi sementara.

“Kami di tim TRC sebagian memantau di lokasi. Kami di sini ada bangun posko untuk kita buat laporan. Selebihnya tim BPBD Provinsi Jayapura juga bantu tenda di RSUD,” jelas Asep.

Sementara itu berdasarkan hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 13.28 WIB atau 15.28 WIT itu berpusat di 2.60 LS dan 140.66 BT di kedalaman 10 kilometer.

Apabila ditarik garis lurus, gempabumi dalam kategori dangkal itu memang hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer Barat Daya dari Jayapura dan 6 kilometer Tenggara dari Kota Jayapura.

Load More