PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Jumlah korban pembunuhan dukun pengganda uang Mbah Slamet di Banjarnegara belum bertambah. Jasad yang ditemukan sejauh ini masih 12 orang.
Jasad itu ditemukan terkubur di ladang milik orang tuanya di Kecamatan Wanayasa.
Delapan di antaranya telah teridentifikasi.
Jasad yang telah teridentifikasi sudah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.
Sementara empat jasad lainnya belum teridentifikasi karena hanya menyisakan tulang belulang.
Beberapa waktu lalu, polisi melakukan pembongkaran kembali terhadap lahan milik petani, tak jauh dari TKP.
Upaya itu dilakukan untuk menemukan kembali kemungkinan adanya korban lain dari Mbah Slamet.
Pembongkaran saat itu dilakukan menggunakan alat berat. Namun meskipun dibantu alat berat, rupanya upaya petugas tidak membuahkan hasil.
Padahal penggalian dilakukan sudah berdasarkan petunjuk tersangka Mbah Slamet.
Karena tidak membuahkan hasil, lahan yang sudah digali akhirnya ditutup atau diratakan kembali menggunakan alat berat.
Baca Juga: Sekolah Siaga Kependudukan Sejahtera SMA Negeri 2 Purwokerto Gelar Literasi Keliling
Namun ketidakjelasan keberlanjutan kegiatan itu membuat petani pemilik lahan bingung. Sebab, menurut Kepala Desa Balun Mahbudiono, tempat penggalian itu merupakan lahan produktif yang biasa diolah untuk ditanami berbagai komoditas pertanian.
"Kalau mau ditanami, petani gak tahu nantinya mau digali lagi atau tidak. Nanti sudah ditanami, tidak tahunya ada penggalian lagi kan petaninya nanti rugi, " katanya
Sebab itu petani berharap segera ada kejelasan terkait status kelanjutan kegiatan itu. Dengan begitu petani bisa kembali beraktivitas normal untuk mengolah lahannya.
Sebagaimana diketahui, tersangka Tohari saat ini masih ditahan di rutan Polres Banjarnegara.
Kejahatannya terbongkar setelah salah satu korbannya, PO jasadnya ditemukan terkubur di ladang. Setelahnya ditemukan korban-korban lain yang jasadnya dikubur di lokasi sama. Terakhir total jasad yang berhasil diangkat berjumlah 12 orang.
Tohari sendiri tidak mengingat identitas satu persatu korbannya karena jarak waktu kejadian yang sudah lama serta banyaknya korban.
Para korban dibunuh dengan cara diracun dengan modus menjalani ritual penggandaan uang di kebun atau TKP. (Tim)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
-
Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026