- Survei Indikator Politik Indonesia Januari 2026 menunjukkan 72,8% masyarakat puas Program Makan Bergizi Gratis.
- Survei melibatkan 1.220 responden pada 15–21 Januari 2026 dengan tingkat kepercayaan 95%.
- Kepuasan publik terhadap program ini berkorelasi penting dengan persepsi kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari mayoritas masyarakat. Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap program tersebut mencapai lebih dari 70 persen pada awal 2026, meski masih terdapat catatan evaluatif.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia pada periode 15–21 Januari 2026. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.
"Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu.
Burhanuddin merinci, responden yang mengaku sangat puas terhadap program MBG mencapai 12,2 persen, sementara 60,6 persen menyatakan cukup puas. Di sisi lain, 19,9 persen responden merasa kurang puas dan 4,5 persen menyatakan tidak puas sama sekali.
"Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat," kata dia.
Ia menjelaskan, tingkat kepuasan terhadap program MBG memiliki kaitan dengan persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, survei juga menemukan adanya responden yang tidak puas terhadap MBG, namun tetap menilai kinerja Presiden secara positif.
Namun, Burhanuddin menambahkan bahwa sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung juga tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Oleh karena itu, kualitas pelaksanaan program menjadi faktor krusial.
"Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," kata dia.
Survei Indikator tersebut dilakukan dengan metode wawancara tatap muka, menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Baca Juga: Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?
Berita Terkait
-
Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?
-
BPS Kalbar Catat Makan Bergizi Gratis Ubah Pola Konsumsi, Tekan Beban Belanja Keluarga Miskin
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama
-
Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Nenek Saudah Kini dalam Lindungan LPSK: Siapa Pelakunya?
-
Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha
-
Kasus Chromebook, Pakar: Kejaksaan Bongkar Siasat 'Regulatory Capture' untuk Dalih Nadiem Makarim
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
-
Dalai Lama Buka Suara soal Namanya Disebut Ratusan Kali dalam Dokumen Rahasia Epstein