News / Nasional
Minggu, 08 Februari 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi - Para siswa membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan ke kelas masing-masinh di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Survei Indikator Politik Indonesia Januari 2026 menunjukkan 72,8% masyarakat puas Program Makan Bergizi Gratis.
  • Survei melibatkan 1.220 responden pada 15–21 Januari 2026 dengan tingkat kepercayaan 95%.
  • Kepuasan publik terhadap program ini berkorelasi penting dengan persepsi kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari mayoritas masyarakat. Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap program tersebut mencapai lebih dari 70 persen pada awal 2026, meski masih terdapat catatan evaluatif.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia pada periode 15–21 Januari 2026. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program MBG.

"Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu.

Burhanuddin merinci, responden yang mengaku sangat puas terhadap program MBG mencapai 12,2 persen, sementara 60,6 persen menyatakan cukup puas. Di sisi lain, 19,9 persen responden merasa kurang puas dan 4,5 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

"Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat," kata dia.

Ia menjelaskan, tingkat kepuasan terhadap program MBG memiliki kaitan dengan persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, survei juga menemukan adanya responden yang tidak puas terhadap MBG, namun tetap menilai kinerja Presiden secara positif.

Namun, Burhanuddin menambahkan bahwa sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung juga tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Oleh karena itu, kualitas pelaksanaan program menjadi faktor krusial.

"Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," kata dia.

Survei Indikator tersebut dilakukan dengan metode wawancara tatap muka, menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Baca Juga: Korban Keracunan Jadi Tumbal Statistik: Benarkah MBG Berhasil Terlaksana?

Load More