PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP- Pulau Nusakambangan selama ini dikenal sebagai pulau penjara. Wajar di pulau itu terdapat penjara-penjara warisan era kolonial yang masih difungsikan.
Selain penjara, pulau itu tak lebih dari hamparan hutan yang masih perawan. Pulau Nusakambangan juga menjadi habitat flora dan fauna langka yang relatif terjaga kelestariannya, misal harimau.
Di sisi lain pulau Nusakambangan ternyata punya arti penting bagi masyarakat Cilacap, terutama yang berdomisili di kota.
Pulau itu disebut sebagai barrier atau tembok penghalang bagi keselamatan warga di Cilacap saat tsunami melanda.
Bayangkan jika tidak ada pulau Nusakambangan, risiko masyarakat Kota Cilacap terkait ancaman tsunami lebih tinggi.
Terbukti pada peristiwa tsunami Pangandaran tahun 2006. Pulau Nusakambangan saat itu menjadi tameng atau benteng bagi wilayah Cilacap dari terjangan tsunami.
Menurut Doni Monardo dari BNPB, jika saja tidak ada pulau Nusakambangan, mungkin sebagian kawasan Cilacap yang penduduknya padat akan terdampak tsunami.
Hasil catatan ilmiah pakar, gelombang tsunami yang menerjang wilayah Nusakambangan waktu itu mencapai ketinggian 15-22 meter.
Meski episentrum gempa kala itu berada di Pangandaran, namun menimbulkan kerusakan tidak sedikit di bagian selatan Nusakambangan.
Inilah penting mengapa kawasan konservasi Nusakambangan perlu dijaga. Apalagi penduduk yang tinggal di Cilacap terbilang padat. Jika tak ada upaya mitigasi, maka warga Cilacap akan semakin berisiko terdampak bencana tsunami.
Tag
Berita Terkait
-
Berjarak 2,2 Km dari Alun-Alun Tasikmalaya, Pusat Perbelanjaan Ini Selalu Ramai di Akhir Peken: Miliki Wahana Lengkap Permainan Anak
-
Hanya 10 Menit dari Alun-alun Banjarnegara, Bendungan Warisan Kolonial Ini Lebih Tua dari Waduk Mrica
-
Bupati Ini Rela Rogoh Kocek Rp 1 Miliar untuk Pernikahan Putranya Seorang Pilot
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
-
Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu
-
Saham GIAA Tiba-tiba Terbang Tinggi, Bertahan Sampai Kapan
-
4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat
-
Ciri-Ciri Transmisi Matic CVT Mobil Bekas Mulai Jebol Menurut Pakar, Kenali Tandanya!
-
4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi