/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 23:09 WIB
Pulau Nusakambangan (Istimewa /IG)

PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP- Pulau Nusakambangan selama ini dikenal sebagai pulau penjara. Wajar di pulau itu terdapat penjara-penjara warisan era kolonial yang masih difungsikan. 

Selain penjara, pulau itu tak lebih dari hamparan hutan yang masih perawan. Pulau Nusakambangan juga menjadi habitat flora dan fauna langka yang relatif terjaga kelestariannya, misal harimau. 


Di sisi lain pulau Nusakambangan ternyata punya arti penting bagi masyarakat Cilacap, terutama yang berdomisili di kota. 


Pulau itu disebut sebagai barrier atau tembok penghalang bagi keselamatan warga di Cilacap saat tsunami melanda. 


Bayangkan jika tidak ada pulau Nusakambangan, risiko masyarakat Kota Cilacap terkait ancaman tsunami lebih tinggi. 


Terbukti pada peristiwa tsunami Pangandaran tahun 2006. Pulau Nusakambangan saat itu menjadi tameng atau benteng bagi wilayah Cilacap dari terjangan tsunami. 


Menurut Doni Monardo dari BNPB, jika saja tidak ada pulau Nusakambangan, mungkin sebagian kawasan Cilacap yang penduduknya padat akan terdampak tsunami. 


Hasil catatan ilmiah pakar, gelombang tsunami yang menerjang wilayah Nusakambangan waktu itu mencapai ketinggian 15-22 meter. 


Meski episentrum gempa kala itu berada di Pangandaran, namun menimbulkan kerusakan tidak sedikit di bagian selatan Nusakambangan. 

Baca Juga: Hanya 700 Meter dari Masjid Raya Kota Bandung, Taman di Tengah Kota Ini Selalu Ramai di Akhir Pekan: Miliki Sentra Kuliner Khas Kota Kembang?


Inilah penting mengapa kawasan konservasi Nusakambangan perlu dijaga.  Apalagi penduduk yang tinggal di Cilacap terbilang padat.  Jika tak ada upaya mitigasi, maka warga Cilacap akan semakin berisiko terdampak bencana tsunami. 

Load More