/
Sabtu, 15 Juli 2023 | 21:21 WIB
Bendungan Singomerto

PURWOKERTO.SUARA.COM, Dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah tentang Cagar Budaya tingkat Provinsi Jawa Tengah Agustus mendatang, 


Beberapa siswa SMAN 1 Sigaluh membuat karya tulis tentang cagar budaya yang ada di Banjarnegara


Dari hasil observasi di lapangan, mereka mendapati dua kondisi yang berbeda. 


Umi Asih meneliti cagar budaya bendung Singamerta yang dibangun sejak era kolonial. 


Ia menemukan bahwa, bendungan tersebut masih berfungsi baik. 


Bahkan bendungan itu menjadi sumber irigasi bagi masyarakat Banjarnegara di bagian selatan sungai Serayu sampai sekarang. 


Bendungan itu mengairi lima ribu lebih hektar lahan pertanian warga. 


"Beberapa bagian memang sudah ada perubahan, karena tahun 1980 sempat direnovasi. Namun secara umum kondisinya bagus, bahkan bisa mengaliri 5.759 hektar lahan pertanian," jelas Umi. 


Tak hanya bendung Singamerta, Umi juga akan menyandingkan penelitiannya dengan bendung Bandjar Tjahjana Werken (BTW) yang bahkan menjadi mega proyek di era kolonial. 

Baca Juga: Bupati Ini Rela Rogoh Kocek Rp 1 Miliar untuk Pernikahan Putranya Seorang Pilot


Namun kondisi memprihatinkan ditemukan oleh siswa peneliti lainnya, Sofi Eriani yang meneliti cagar budaya tak jauh dari bendungan Singamerta.

 Ia yang meneliti tentang cagar budaya kereta api di Banjarnegara dihadapkan pada kondisi stasiun Singamerta yang sudah rusak berat. 


Stasiun dengan luas bangunan utama 281 meter persegi itu sudah mulai runtuh atapnya, bahkan temboknya dipenuhi semak belukar. 


"Sangat memprihatinkan kondisinya. Bagian dalam juga lembab, dan kayu-kayu mulai lapuk, " katanya


Ia berharap pihak-pihak berwenang seperti PT KAI, Pemerintah Desa, maupun masyarakat lainnya bisa memperhatikan kondisi ini karena stasiun ini punya nilai sejarah tinggi. 


Ia berharap Pemkab Banjarnegara bisa menerbitkan Perda Cagar Budaya untuk melindungi bangunan bersejarah yang banyak terdapat di Banjarnegara. 

Load More