PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Pemkab Purbalingga setahap lagi tak membutuhkan kertas untuk surat-menyurat. Sudah ada Srikandi yang menggantikan.
Sekarang memang eranya paperless alias tanpa kertas. Selain berkontribusi untuk kelestarian lingkungan, kebijakan paperless di lingkungan Pemkab Purbalingga juga bisa menghemat pengeluaran.
Pemkab Purbalingga berinvestasi pada inovasi teknologi digital sebagai gantinya. Lebih tepatnya menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).
Srikandi diklaim sebagai sebuah aplikasi inovatif yang dibuat untuk memudahkan akses dokumen serta mewujudkan birokrasi yang paperless.
Srikandi merupakan hasil kolaborasi antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Kementerian PAN RB.
Fitur unggulan dari aplikasi Srikandi adalah registrasi surat keluar, registrasi surat masuk, serta disposisi surat masuk. Selain itu, aplikasi Srikandi juga menyediakan akses agar proses pembuatan surat, verifikasi surat, dan penandatanganan surat dapat dilakukan dengan mudah, dimana saja dan kapan saja.
Pengirim surat pun bisa memantau apakah surat sudah diterima dan dibaca oleh penerima surat. Sebab, ada tanda jika surat telah diterima atau dibaca.
"Demikian pula, kepala OPD dan pemberi disposisi juga dapat memantau apakah surat yang dilakukan disposisi, apakah sudah diterima atau dibaca oleh penerima disposisi," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Purbalingga, Sadono ketika sambutan peluncuran aplikasi Srikandi di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Jumat (4/8/2023).
Di samping itu, aplikasi yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik ini turut diresmikan dan mendapat dukungan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.
Baca Juga: Tidak Sembarangan, Berikut Cara Mengendarai Trail Agar Aman dan Nyaman di Jalur Menantang
Ia berarap aplikasi Srikandi bisa diterapkan di berbagai instansi pemerintah sehingga proses surat menyurat dari OPD satu ke OPD lain lebih mudah karena bersifat elektronik.
"Koordinasi dan komunikasi bisa jadi lebih mudah, dan perlu diketahui penggunaan aplikasi Srikandi ini pun berpengaruh pada indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kabupaten Purbalingga," ujar Tiwi, sapaan akrabnya.
Ia menyiratkan penerapan aplikasi ini membutuhkan waktu untuk penyelesaian. Namun ia menyatakan tidak ada yang tidak mungkin, kalau semua pimpinan dan pegawai punya komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan penggunaan aplikasi Srikandi.
"Melalui peluncuran kali ini, semoga menjadi satu langkah maju dalam mendukung kinerja OPD agar terus efektif dan efisien," ujarnya.***
Berita Terkait
-
SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Buka Mapeta Hizbul Wathan
-
Wujudkan Paperless di Era Digital, Pemkab Purbalingga Gunakan Aplikasi Srikandi
-
Pemuda Asal Purbalingga Ngamuk Bikin Geger Warga Desa Karangpule, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Puluhan Ormas, LSM dan Perguruan Silat Di Purbalingga Gelar Deklarasi Damai Jelang Pemilu 2024
-
Perguruan Silat dan Ormas Ramai-ramai Datangi Polres Purbalingga, Ada Apa?
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Prediksi Australia vs Mesir: Adu Taktik dan Siapa yang akan Lolos 16 Besar?
-
5 Film Tayang di Netflix Awal Juli 2026, Ada Gone Girl hingga Hamnet
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen