PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Wakil Bupati Purbalingga H Sudono melakukan monitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) khususnya dari Universitas Pancasakti (UPS) Tegal di Kecamatan Karangreja dan Bobotsari.
Pada kesempatan ini, UPS Tegal menciptakan prototype alat pertanian sederhana untuk diberikan kepada warga Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja.
"Alat yang dibuat yaitu mesin perontok padi. Pada saatnya nanti perlu diberikan pemahaman mengenai fungsi dan cara menggunakan alat tersebut kepada masyarakat sehingga bisa bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Wabup Sudono, usai melakukan monitoring KKN UPS Tegal, Senin (14/8/2023).
Untuk diketahui, alat pertanian berupa mesin perontok padi tersebut merupakan inovasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPS Tegal.
Mesin ini menggunakan penggerak dari mesin pemotong rumput. Di satu sisi mesin pemotong rumput tadi bisa dipindah dan dikembalikan ke fungsi asalnya dan sedikit modifikasi sebagai alat penyiang/matun.
"Alat yang sederhana ini guna menyiasati karakter pertanian di sini yang pegunungan," kata Ketua LPPM UPS Tegal, Ir Tofik Hidayat MEng.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekda Kabupaten Purbalingga, Agus Winarno mengungkapkan inovasi tersebut dinilai bisa mempercepat dan mempermudah kerja petani, bahkan biaya modifikasi yang murah.
"Ini hanya alat prototype, silakan kalau bisa modifikasi seperti ini monggo bisa digandakan," katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Purbalingga Suroto mengungkapkan KKN UPS Tegal akan berlangsung pada 10 Juli - 10 September. Sisa waktu KKN bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk memberi perhatian pada penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.
"Sebelum penarikan, harapannya nanti setiap Kormades untuk melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama KKN. Hasil KKN yang bagus harapannya bisa direplikasi ke desa-desa yang lain," katanya.
Untuk diketahui, KKN UPS Tegal di Purbalingga kali ini berjumlah 129 mahasiswa yang diterjunkan dalam 12 desa di Kecamatan Bobotsari dan 4 desa di Kecamatan Karangreja.
Monitoring KKN kali ini Wabup Sudono didampingi Asisten Ekbang Sekda, kepala OPD terkait dan camat, hadir juga Wakil Rektor III UPS Tegal Imam Asmarudin SH MH dan Ketua LPPM UPS Tegal, Ir Tofik Hidayat MEng.
Tag
Berita Terkait
-
Makna Tumpeng untuk Peringatan HUT RI Menurut Kepercayaan Jawa dan Umat Islam
-
Sekitar 23 Km dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Pusat Perbelanjaan di Kota Makassar Ini jadi Surga Belanja Ibu-ibu: Memang Ada Apa?
-
Hanya 21 Menit dari Bandara Haluoleo, Mal Ini Terbesar di Sulawesi Tenggara Menawarkan Destinasi Terpadu untuk Berbelanja dan Mencari Hiburan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik
-
Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol