PURWOKERTO.SUARA.COM, Warga Banyumas yang pernah ke komplek Pendopo Kecamatan Banyumas atau Balai Adipati Mrapat tentunya ada yang pernah melihat Kereta Jenazah kuno di tempat itu.
Keranda mayat berusia ratusan tahun itu sempat dipajang di komplek itu cukup lama.
Namun jangan heran jika saat ini anda tidak bisa melihat kereta pengangkut jenazah itu lagi di komplek pendopo.
Usut punya usut, kereta jenazah itu ternyata sudah dipindahkan ke Bong Kaliori. Kereta jenazah itu ditempatkan di tempat yang sesuai peruntukannya, makam.
Namun belum jelas alasan dari pemindahan kereta jenazah kuno itu dari komplek pendopo Kecamatan Banyumas ke makam Bong Kaliori.
Dulunya, kereta jenazah milik kaum Tionghoa itu dipakai untuk mengangkut jenazah, khususnya warga keturunan Tionghoa.
Meski sudah berusia ratusan tahun, kondisi keranda itu relatif masih bagus. Kereta jenazah itu dibuat dari bahan kayu dan besi yang masih lengkap dengan roda.
Ada ruang untuk meletakkan jenazah dengan bentuk memanjang di bagian belakang kemudi.
Kereta jenazah ini dioperasikan dengan tenaga manusia.
Butuh beberapa orang untuk menarik dan mendorong kereta itu saat dioperasikan untuk melayani kematian.
Tag
Berita Terkait
-
Hanya 9,4 KM dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Mall di Balikpapan Ini Megah nan Menjulang Tinggi Tawarkan Berbagai Produk Fashion Terbaru
-
Cuma 20 Menit dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Pusat Perbelanjaan Ini Jadi Favorit Masyarakat dan Wisatawan di Balikpapan
-
Banjarnegara Sukses Gelar Estafet Tunas Kelapa Jawa Tengah, Pasukan Diserahkan Ke Purbalingga
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan