/
Rabu, 20 Juli 2022 | 14:09 WIB
Ilustrasi dipasung. (canva.com)

RanahSuara.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), mencatat ada sebanyak 786 orang di daerah itu yang mengalami gangguan jiwa.

Ini merupakan data dari Januari hingga Juni 2022. Dari 786 orang tersebut, 11 di antaranya dipasung oleh pihak keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Adel Nofirman mengatakan, bahwa pemasungan dilakukan karena orang dengan gangguan jiwa itu dinilai bisa membahayakan masyarakat.

Adel menjelaskan, bahwa Dinas Kesehatan sudah melepaskan tiga orang yang dipasung tersebut baru-baru ini.

“Sudah ada yang dilepas tiga orang. Selebihnya sedang kami fasilitas. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Adel, Rabu (20/7/2022).

Adel menambahkan, bahwa warga yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Limapuluh Kota, melakukan kontrol rutin ke pusat pelayanan.

"Di pusat pelayanan kami lakukan pemilahan apakah memang perlu dilakukan rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suliki, di sini juga ada protap apakah dirujuk ke rumah sakit jiwa atau tidak,” bebernya.

Adel mengungkapkan, bahwa mereka yang mengalami gangguan kejiwaan, 94,6 persen dapat bisa disembuhkan dengan melakukan kontrol rutin.

Sehingga diharapkan bisa kembali melakukan aktivitas untuk dirinya tanpa tergantung dengan orang lain.

Baca Juga: Unik, Cara Warga Ini Bersihkan dan Keringkan Piring Pakai Beras Viral di Medsos

“Bermasalah sebetulnya 54 persen penderita ini dalam kontrolnya tidak berfungsi. Kemudian pihak keluarga menanggap membahayakan, termasuk untuk masyarakat umum,” ucapnya.

Sehingga, ungkap Adel, banyak pihak keluarga melakukan pemasungan. Padahal sejak 2018 pemerintah kabupaten telah mencanangkan bebas pasung.

Dinas Kesehatan kata Ade, setiap bulannya melakukan kegiatan turun ke lapangan memberikan obat.

"Kalau mereka memang harus dirujuk ke rumah sakit jiwa ya dirujuk, bisa dibawa ke Bengkulu melakukan rehabilitasi selama tiga bulan,” ujarnya.

Adel menjelaskan, faktor paling banyak warga Limapuluh Kota menderita gangguan jiwa diakibatkan masalah kehidupan, ketahanan berpikir dan menuntut sesuatu yang belum siap. (Irwanda Saputra)

Load More