RanahSuara.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), mencatat ada sebanyak 786 orang di daerah itu yang mengalami gangguan jiwa.
Ini merupakan data dari Januari hingga Juni 2022. Dari 786 orang tersebut, 11 di antaranya dipasung oleh pihak keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Adel Nofirman mengatakan, bahwa pemasungan dilakukan karena orang dengan gangguan jiwa itu dinilai bisa membahayakan masyarakat.
Adel menjelaskan, bahwa Dinas Kesehatan sudah melepaskan tiga orang yang dipasung tersebut baru-baru ini.
“Sudah ada yang dilepas tiga orang. Selebihnya sedang kami fasilitas. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Adel, Rabu (20/7/2022).
Adel menambahkan, bahwa warga yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Limapuluh Kota, melakukan kontrol rutin ke pusat pelayanan.
"Di pusat pelayanan kami lakukan pemilahan apakah memang perlu dilakukan rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suliki, di sini juga ada protap apakah dirujuk ke rumah sakit jiwa atau tidak,” bebernya.
Adel mengungkapkan, bahwa mereka yang mengalami gangguan kejiwaan, 94,6 persen dapat bisa disembuhkan dengan melakukan kontrol rutin.
Sehingga diharapkan bisa kembali melakukan aktivitas untuk dirinya tanpa tergantung dengan orang lain.
Baca Juga: Unik, Cara Warga Ini Bersihkan dan Keringkan Piring Pakai Beras Viral di Medsos
“Bermasalah sebetulnya 54 persen penderita ini dalam kontrolnya tidak berfungsi. Kemudian pihak keluarga menanggap membahayakan, termasuk untuk masyarakat umum,” ucapnya.
Sehingga, ungkap Adel, banyak pihak keluarga melakukan pemasungan. Padahal sejak 2018 pemerintah kabupaten telah mencanangkan bebas pasung.
Dinas Kesehatan kata Ade, setiap bulannya melakukan kegiatan turun ke lapangan memberikan obat.
"Kalau mereka memang harus dirujuk ke rumah sakit jiwa ya dirujuk, bisa dibawa ke Bengkulu melakukan rehabilitasi selama tiga bulan,” ujarnya.
Adel menjelaskan, faktor paling banyak warga Limapuluh Kota menderita gangguan jiwa diakibatkan masalah kehidupan, ketahanan berpikir dan menuntut sesuatu yang belum siap. (Irwanda Saputra)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Demo di Kementerian Imipas, Massa Tuntut Audit Penerbitan KITAS WNA
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Kantor Didemo Ratusan Warga, Ketua LIRA Kepri Akhirnya Buka Suara
-
Penyelundupan 807 Burung Ilegal Palembang Digagalkan di Bakauheni, Ada Spesies Langka
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
Garansi Motor Yamaha Langsung Gugur saat Modifikasi Dua Bagian Ini
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000