Video / News
Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:45 WIB

Suara.com - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 25 Juli 2026 lalu memicu dinamika baru di sektor moneter nasional.

Saat ini, kepemimpinan bank sentral dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, selaku Pejabat Sementara (Pjs).

Di tengah masa transisi ini, nama mantan Gubernur BI periode 2003–2008, Burhanuddin Abdullah, mencuat ke permukaan sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Munculnya figur Burhanuddin Abdullah sebagai calon nakhoda Bank Indonesia langsung memantik perhatian ketat dari para pengamat ekonomi dan pelaku pasar moneter.

Aspek integritas sang kandidat kini menjadi titik krusial lantaran rekam jejak hukum yang pernah membelitnya di masa lalu.

Burhanuddin merupakan mantan terpidana kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia yang bersumber dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI).

Selengkapnya dalam video di atas.

Creative/Video Editor: Lia/Atha

Load More