/
Kamis, 15 September 2022 | 17:31 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo saat menyerahkan uang pengganti kepada Samin, Kamis (15/9/2022). (Suara.com/Ari Welianto)

RanahSuara.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo mengganti uang rusak yang dimakan rayap milik seorang penjaga sekolah, Samin (53).

Namun dari Rp50 juta yang rusak, BI hanya mengganti sebesar Rp20.220.000. Jumlah tersebut adalah hasil identifikasi sisa uang kertas yang rusak dimakan rayap. 

"Total yang sah untuk mendapat penggantian itu sebesar Rp20.220.000. Ini jumlah optimal yang dapat BI bantu," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, dikutip dari surakarta.suara.com pada Kamis (15/9/2022).

Ia mengungkapkan, bahwa petugas BI Solo butuh waktu dua hari untuk bisa mengidentifikasi lembaran uang rusak milik Samin yang dimakan rayap.

Joko menjelaskan, pada Selasa (13/9/2022), dari sisa lembaran uang yang dimakan rayap, yang berhasil diidentifikasi dan memenuhi syarat sebesar Rp9.910.000.

Kemudian kata Joko, pada Rabu (14/9/2022), pihaknya mencoba merangkai atau merekonstruksi potongan-potongan lembaran uang yang dimakan rayap kembali.

Hasilnya yang memenuhi syarat untuk mendapat penggantian ada yakni 2/3 dari luasan uang itu sebanyak Rp10.310.000.

"Teman-teman sebut itu main puzzle, semalam main puzzle-nya ceria. Jadi jagongan sambil menyusun, alhamdulillah semalam itu bisa dapat Rp10.310.000," bebernya.

Sehingga terang Joko, total yang bisa BI berikan sebagai penggantian uang rusak kepada Pak Samin dan keluarga sebesar Rp20.220.000.

Baca Juga: Daftar Hacker Indonesia Paling Berbahaya, Jim Geovedi Bobol Satelit, Bjorka Bisa?

"Jumlah itu yang optimal kita lakukan, selebihnya potongan-potongan kecil tidak dapat direkonstruksi," ungkapnya.

Joko pun mengharapkan agar kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya agar lebih baik menyimpan uang di bank.

Menurut Joko, menyimpan uang di bank lebih banyak manfaatnya, lebih aman. Kemudian bisa bertransaksi secara non tunai dan mendapat bunga atau bagi hasil.

"Boleh taruh di celengan, mungkin nanti tiap satu atau dua bulan sekali bisa disetorkan. Sehingga kalau ada kerusakan bisa lebih cepat teridentifikasi," harapnya.

Sementara itu, Samin mengaku bersyukur sekali bisa dibantu Bank Indonesia untuk menyelamatkan uangnya yang rusak di makan rayap.

"Bersyukur sekali dengan bantuan bapak-bapak di BI yang merangkai serpihan-serpihan uang saya. Alhamdulillah, sudah bisa maksimal dan bisa ditukar," ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mencintai uang dan jangan menyimpang di umplung atau celengan karena banyak mudaratnya. Ia mengajak masyarakat untuk menabung di bank.

Sebelumnya diketahui, uang puluhan juta milik Samin yang merupakan hasil menabung dan disimpan di dalam celengan rusak dimakan rayap.

Padahal uang hasil tabungan selama sekitar 2,5 tahun itu rencananya akan digunakan untuk mendaftar berangkat ibadah haji. 

Samin mengatakan bahwa dari total ada sekitar Rp100 juta uang tabungan yang ia simpan di celengan tersebut, sekitar Rp50 juta rusak dimakan rayap. 

Load More