/
Kamis, 17 November 2022 | 11:33 WIB
Pagar rumah sekeluarga meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, dipasang garis polisi. (Suara.com/Faqih Fathurrahman)

Ranah.co.id - Kasus satu keluarga meninggal di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, hingga kini masih menjadi teka-teki. Dalam mengusut kasus ini, pihak kepolisian akan melibatkan berbagai macam ahli.

Diketahui kepolisian kini tengah mempertimbangkan untuk memanggil ahli serangga, guna memastikan waktu kejadian tewasnya keluarga tersebut.

"Dalam penyelidikan ini kami harus berkoordinasi, apakah perlu mengundang ahli serangga," ujar Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, dikutip dari suara.com, Kamis (17/11/2022).

Hengki mengungkapkan, bahwa saat pertama kali ditemukan terdapat belatung pada jenazah korban.

"Karena kami menemukan misalnya belatung. Dan ini bisa mengarahkan kapan dia meninggal. Nah ini tim ahli," lanjut Hengki.

Diketahui jenazah para korban ditemukan warga pada Kamis (10/11/2022) lalu. Penemuan ini bermula dari keluhan warga yang mencium aroma tidak sedap dari rumah korban.

Adapun keempat korban, yaitu Rudianto (71) suami, Margaret (58) istri, Dian (40) anak, dan Budianto (69) paman. Keempatnya diduga meninggal tiga minggu yang lalu, terhitung sejak pertama kali ditemukan.

Hengki menyadari bahwa kasus kematian keluarga ini tergolong rumit, sehingga diperlukan ketelitian serta kehati-hatian dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.

Karena itu terang Hengki, kepolisian turut melibatkan sejumlah ahli guna mengusut kasus tersebut.

Baca Juga: Setelah Jadi WNI, Sandy Walsh dan Jordi Amat Tak Otomatis Langsung Bela Timnas Indonesia, Masih Ada Proses Ini

"Ini memang perlu ahli yang nanti akan menjelaskan. Dan ini bukan satu ahli. Makanya ada interkolaborasi profesi berbagai ahli dalam rangka scientific crime investigation," ungkap Hengki.

Terdapat bermacam ahli yang dihadirkan, salah satunya adalah ahli Psikiatri dan Psikologi Forensik. Adapun keduanya dilibatkan demi mendalami secara menyeluruh terkait profil keempat korban.

Lebih lanjut Hengki mengungkapkan, bahwa pihaknya juga melibatkan ahli Patologi Anatomi, ahli Forensik Medikolegal, ahli Toksiologi, dan ahli DNA, dalam pemeriksaan yang dilakukan pada hari Rabu (16/11/2022), di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dengan agenda pemeriksaan keempat jenazah.

"Tim ahli gabungan dari RS Polri Sukanto dan RSCM Universitas Indonesia melaksanakan kegiatan pendalaman dan melengkapi pemeriksaan terhadap empat jenazah, dalam rangka mencari keindetikan dengan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan," pungkasnya. (Syifa Aisyah Putri/Mg3)

Load More