/
Kamis, 17 November 2022 | 10:48 WIB
Penampakan saat polisi menggelar olah TKP kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)

Depok.suara.com - Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tewaskan empat orang sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Pada Rabu( 17/11/2022) kemarin, petugas kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelumnya dikabarkan telah ditemukan empat jenazah yang merupakan satu keluarga yakni seorang bapak berinisial RG (71), anak inisial DF (42), ibu berinisial RM (66) dan paman berinisial BG (68).

Pada Rabu petang hari, tim penyidik yang merupakan gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polda Metro Jakarta Barat bersama sejumlah ahli turun ke lokasi TKP.

Tidak hanya dari pihak penyidik, tim ahli juga turut melakukan penyelidikan saat itu ada dari dokter forensik, Inafis hingga tim laboratorium forensik (Labfor) Bareskrim Polri.

Usai proses olah TKP, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkap sejumlah fakta baru. Apa itu?

Temuan Belatung Jadi Petunjuk

Beberapa fakta ditemukan oleh pihak penyidik, hal ini disampaikan oleh Kombes Hengki Haryadi kepada awak media. Salah satunya dalam olah TKP kali ini, penyidik menemukan belatung. Temuan belatung ini bisa menjadi petunjuk ihwal waktu kematian para korban.

"Karena kami menemukan misalnya belatung. Ini bisa mengarahkan kapan dia (korban) meninggal. Nah, ini tim ahli (yang bakal meneliti)," ujar Hengki.

Walau begitu dirinya tak merinci apakah temuan belatung itu terdapat di keempat jasad korban, atau hanya salah satu atau beberapa saja.

Baca Juga: 4 Manfaat Menjadi Orang yang Proaktif, Tingkatkan Kepekaanmu!

Dengan temuan belatung ini, Hengki tak menutup kemungkinan, pihaknya akan melibatkan tenaga ahli serangga atau entomologi untuk mendalami temuan ini.

Libatkan Pesikologi Forensik

Pihak kepolisian juga turut melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) dalam penyelidikannya kasus sekeluarga tewas di Kalideres ini.

Ahli dari Apsifor ini guna mempelajari secara komprehensif aspek kejiwaan keempat jasad tersebut.

"Kita juga melibatkan Apsifor. Psikologi forensik yang akan mempelajari secara komprehensif terhadap empat jenazah ini," ucap Hengki.

"Segala aspek dalam empat jenazah ini akan diteliti. Semua, segala aspek kita akan teliti, kejiwaan dan sebagainya kita akan teliti," sambungnya.

Load More