Suara.com - Gelombang pemulangan Jemaah Haji Indonesia tahap II dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah ditandai dengan pemulangan kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Palembang atau PLM 10.
Sejumlah 443 jemaah dari Kabupaten OKU Timur, Sumsel diberangkatkan menggunakan 11 bus dari hotel dan dilepas langsung Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi sekira jam 23.30 waktu Arab Saudi.
"PLM-10 ini merupakan kloter pertama yang akan kembali ke Tanah Air setelah kurang lebih selama sembilan hari berada di Madinah,” ujar Ali Machzumi, Kamis (4/7/2024).
Selama proses pemulangan, Ali memastikan tidak ada kendala dalam pemulangan perdana jemaah haji gelombang kedua.
Jemaah PLM-10 dijadwalkan terbang dari Bandara AMAA pukul 04.20 WAS (waktu Arab Saudi).
"Alhamdulillah kita tadi proses menurunkan jemaah dari kamar menuju loby hotel semuanya berjalan lancar. Jemaah sudah siap. Saat bus datang, jemaah langsung masuk ke dalam bus masing-masing. Bahkan jemaah sudah siap satu jam sebelum jadwal keberangkatan bus ke bandara," katanya.
Seorang jemaah, Syalila tak kuasa menahan rasa kegembiraannya karena segera kembali ke tanah air.
"Sangat senang alhamdulillah, senangnya tidak ternilai, meski tempat di sini sama yang di rumah itu masih mewah di sini," katanya.
Senada dengan Syalila, ungkapan kegembiraan juga disampaikan Mukani. Perempuan berusia 56 tahun ini mengaku senang sekaligus sedih karena harus meninggalkan Kota Nabi.
Baca Juga: Gelombang Pertama Pemulangan Jemaah Haji dari Jeddah Selesai
"Secara keseluruhan pelayanan petugas haji bagus, pelayanan hotel juga bagus, pelayanan pembimbing haji, dan petugas haji juga bagus karena membantu semua jemaah," ujarnya.
Jemaah PLM 10 merupakan kloter paling awal di antara 22 kloter yang akan kembali ke tanah air pada 4 Juli 2024.
Proses pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ini akan berlangsung hingga 23 Juli mendatang. Total ada 324 kloter yang akan terbang ke Tanah Air dari Bandara AMAA Madinah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim