Mereka menganggapnya sebagai lelaki yang tak membawa manfaat semasa hidupnya.
Namun, suatu malam, ulama sufi yang dulu sering menasihatinya mendapatkan mimpi yang mengubah pandangannya.
Dalam mimpinya, ia melihat lelaki pemabuk itu berada di surga, mengenakan pakaian yang indah dan bersinar.
Terkejut, sang ulama bertanya, "Bagaimana mungkin engkau berada di sini? Apa amalan yang membuatmu mendapatkan derajat setinggi ini?"
Dengan senyum tenang, lelaki itu menjawab, "Suatu hari aku menghadiri majelis dzikir, dan aku mendengar penceramah berkata, 'Barangsiapa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan suara yang tinggi, maka wajib baginya masuk surga.' Aku pun mengikuti jamaah yang melantunkan shalawat dengan suara lantang. Karena jamaah itu diampuni dosa-dosanya, aku yang berada di antara mereka pun turut mendapat ampunan. Itulah sebabnya Allah menempatkanku di tempat ini."
Mendengar jawaban itu, sang ulama tersentak. Betapa besar rahmat Allah!
Bahkan seseorang yang sepanjang hidupnya bergelimang dosa pun bisa mendapatkan syafaat hanya karena satu kali bershalawat dengan hati yang terbuka.
Pagi harinya, ulama sufi itu segera menceritakan mimpinya kepada masyarakat.
Kisah ini menjadi perbincangan di kampung, mengajarkan mereka untuk tidak mudah menghakimi seseorang dan betapa besarnya keberkahan bershalawat.
Baca Juga: Iftar Mewah di Menteng: Cicipi Warisan Kuliner Nusantara di Hotel Bintang 5 Ini
Sejak saat itu, banyak warga yang lebih sering melantunkan shalawat, berharap mendapatkan rahmat yang sama.
Sebagaimana dikatakan oleh seorang pujangga Arab, "Sungguh beruntung orang yang bershalawat kepada Nabi, karena sesungguhnya dalam hal itu mengandung hasrat untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi."
Di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini, kisah lelaki pemabuk itu menjadi pengingat bagi kita semua.
Bahwa seberat apa pun dosa yang pernah kita lakukan, pintu ampunan Allah selalu terbuka.
Dan mungkin, dalam satu shalawat yang kita lantunkan dengan tulus, ada syafaat yang kelak menuntun kita ke surga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara