Selebtek.suara.com - CK Star Entertainment, promotor pertunjukan musik yang pernah sukses membawa penyanyi asal Korea Selatan Ha Sung Woon dan grup musik The Vamps pada 2019, kembali untuk menghadirkan grup musik bergenre alternative Hip Hop dari Korea Selatan Epik High.
Seperti rilis yang diterima Selebtek.suara.com, Senin (23/5/2022) CK Star Entertainment mengumumkan tur grup musik dengan tajuk Epik High Is Here: Asia Pacific Tour 2022, yang mencakup rangkaian konser di Jakarta, Singapura, Melbourne, Sydney, Bangkok, dan masih banyak lagi. Epik High akan menjadi artis K-POP pertama yang akan melakukan tur Asia Pasifik sejak pandemi.
Epik High sendiri baru kembali dari penampilan akbar mereka di Coachella 2022 dan 28 rangkaian pertunjukan tur di Amerika. Mereka berencana menyelenggarakan tur Asia Pasifik untuk menyapa penggemar mereka -High Skool- di Jakarta melalui konser solo pertama mereka di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Jakarta pada hari Sabtu, 16 Juli 2022.
Grup yang berisi 3 orang ini sebelumnya pernah tampil pada sebuah festival musik di Indonesia. Namun kini Epik High siap untuk kembali bertemu dengan penggemarnya lewat tur yang eksklusif. Tur baru ini ditandai bersamaan dengan perilisan album studio ke-10 mereka yang terbagi dalam dua bagian, 'Epik High is Here (Part 1)' & 'Epik High Is Here (Part 2)'.
Album ini merupakan lanjutan dari album yang dirilis pada Januari 2021 lalu, 'Epik High Is Here (Part 1)' yang kala itu menduduki peringkat 10 Album Debut Spotify. Setahun kemudian, Epik High merilis album berikutnya yang berisi tentang lanjutan album tersebut. Berdasarkan wawancara baru-baru ini dengan majalah RollingStone, pesan pada album ini adalah bahwa Epik High ada di sini bahkan ketika kamu berpikir tidak ada siapapun yang mau mendengarkanmu.
Dalam album ini, Epik High memberikan nuansa penuh warna. Dari mulai hip-hop, pop, indie rock, dan lainnya tanpa menghilangkan ciri khas Epik High itu sendiri. Epik High pun memberikan rasa emosional yang dimiliki oleh semua orang di masa pandemi ini. Berharap untuk menikmati lagu hip-hop emotif "Born Hater" atau hit yang disukai secara universal "Happen Ending", dan ditantang untuk tidak bergabung dalam lagu nostalgia "Fly" yang menduduki puncak tangga lagu klasik. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity
-
Di Tengah Tren yang Cepat Berubah, Amagra Pilih Punya Warna Sendiri
-
Dibalik Aksi Copet Massal, Ada "Arsip Zaman" Skena Musik Indonesia di Film Operasi Pesta Copet
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Aftersunset Resmi Umumkan Roni Budiman sebagai Vokalis Baru, Siapkan Single Defensif dan Kronologis
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah