Selebtek.suara.com - Film 'KKN di Desa Penari' mencapai jumlah penonton hingga 8.101.223 orang hanya dalam waktu 25 hari.
Hal ini terungkap lewat postingan di akun Instagram resmi KKK di Desa Penari @kknmovie
"DALAM 25 HARI TEMBUS 8.101.223 ORANG SUDAH BERTEMU BADARAWUHI
KKN DI DESA PENARI TEMBUS 8.101.223 PENONTON! Selamat untuk seluruh cast, crew dan semua yang terlibat dalam KKN di Desa Penari, film terlaris sepanjang masa! Terima kasih untuk 8.101.223 penonton yang sudah mendukung dan membuat industri perfilman Indonesia bangkit lagi. Maju terus perfilman Indonesia! #KKNDiDesa Penari #KKNMovie #pichouseFILMS #MDPictures #MDEntertainment"
Sejak hari pertama tayang di bioskop, film ini sudah membuat dua rekor yaitu:
- Penonton terbanyak hari pertama ke-3 sepanjang masa (Film pertama 'Dilan 1991' dengan 800.255 penonton, film kedua 'Milea: Suara dari Dilan' dengan 404.762 penonton, dan film ketiga 'KKN di Desa Penari' dengan 315.486 penonton)
- Penonton terbanyak hari pertama untuk horror sepanjang masa.
Di hari ke 11 penayangannya, film ini diprediksi bisa menggeser 'Pengabdi Setan' sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa.
Saat itu 'KKN di Desa Penari' sudah mencapai 3.724.864 penonton, sementara 'Pengabdi Setan' dengan 4.206.103 penonton selama 5 tahun belum terkalahkan sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa.
Dan sehari setelahnya, atau tepatnya hanya 12 hari penayangan, 'KKN di Desa Penari' resmi mengalahkan 'Pengabdi Setan' sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa dengan meraih 4.500.000 penonton.
Saat itu, secara keseluruhan film Indonesia terlaris sepanjang masa masih dipegang oleh film 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1'. Film yang rilis pada tanggal 2 September 2016 tersebut meraih 6.858.616 penonton.
Namun lagi-lagi dengan mudahnya 'KKN di Desa Penari' bisa melampauinya tepat di hari ke 19 penayangan dengan meraih 7.000.000 penonton.
Berikut pencapaian jumlah penonton 'KKN di Desa Penari' sejak hari pertama hingga hari ke 25 penayangan:
- 1 hari penayangan 315.486 penonton
- 3 hari penayangan 1.000.000 penonton
Berita Terkait
-
Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia
-
Annette Edoarda Tegang Selama Syuting Film Horor Songko di Tomohon
-
Asal-usul Kuntilanak Terungkap! Sinopsis Mangkujiwo 2 yang Tayang Malam Ini di ANTV
-
Kupas Tuntas Film Tiba-Tiba Setan, Peran Unik Poppy Sovia hingga Hadirnya Bule Kesurupan
-
Dina Lorenza Dorong Keberpihakan Penyelenggara Bioskop terhadap Film Daerah
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural