Selebtek.suara.com - Sandiaga Salahudin Uno tak ingin menjawab secara lugas apakah ia akan maju ke bursa calon Pilpres di tahun 2024 mendatang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu menjelaskan kalau persoalan capres ditentukan oleh partai politik.
Hal ini berkaca dari pengalaman dirinya yang menjadi calon presiden 2-19, mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres.
"Pengalaman saya dari kontestasi demokrasi sebelumnya tentunya partai politik dan elite politik itulah yang menentukan," ujar Sandiaga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/7/2022).
Meski keputusan finalnya ada di partai dan elit partai, mereka sepenuhnya akan mendengar aspirasi rakyat. Karena itu ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut ke partai. Sandiaga sendiri mengaku masih fokus bekerja sebagai Menparekraf.
"Biarkan proses ini berjalan dan saya yakin komunikasi antarpartai politik itu sangat cair. Saya sendiri dibesarkan Gerindra, saya yakin Pak Prabowo mendengar masukan dari masyarakat," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0