/
Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:47 WIB
Ridwan Kamil alias Kang Emil di Citayam Fashion Week. (Instagram)

Selebtek.suara.com - Jalan Braga jadi viral di media sosial setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggagas istilah Braga Fashion Week di tengah hype nama CItayam Fashion Week di kawasan zebra cross Dukuh Atas, dekat Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.

Ridwan Kamil rupanya ingin lebih mempopulerkan lagi tempat wisata Jalan Braga di Bandung yang sudah terkenal sejak dulu.

Mantan walikota Bandung itu berlenggak-lenggok di catwalk bersama tiga perempuan di atas zebra cross Jalan Braga. Kemudian video cuplikannya diunggah oleh salah satu akun gosip di Instagram.

Namun, tak sedikit netizen yang malah melayangkan kritik kepada Ridwan Kamil jika Braga Fashion Week benar-benar digelar. Pasalnya, di kawasan tersebut akan jadi titik kemacetan.

Nah, sebetulnya nama Jalan Braga sudah dikenal di era pemerintahan Hindia Belanda. Jalan Braga sampai sekarang dipertahankan sebagai ikon destinasi di kota yang dikenal sebagai Parijs van Java itu.

Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek toko yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur kuno pada masa Hindia Belanda.

Tata letak pertokoan tersebut mengikuti model yang ada di Eropa sesuai dengan perkembangan kota Bandung pada masa itu (1920-1940an) sebagai kota mode yang cukup termasyhur seperti halnya kota Paris pada saat itu.

Di antara pertokoan tersebut yang masih mempertahankan ciri arsitektur lama adalah pertokoan Sarinah, Apotek Kimia Farma dan Gedung Merdeka (Gedung Asia Afrika yang dulunya adalah gedung Societeit Concordia).

Model tata letak jalan dan gedung gedung pertokoan dan perkantoran yang berada di Jalan Braga juga terlihat pada model jalan-jalan lain di sekitar Jalan Braga seperti Jalan Suniaraja (dulu dikenal sebagai Jalan Parapatan Pompa) dan Jalan Pos Besar (Postweg)('sekarang Jalan Asia-Afrika') yang dibangun oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendels pada tahun 1811, di depan Gedung Merdeka.

Baca Juga: Sebut Siti Badriah Makin Cantik, Krisjiana Bahagia Jadi Suami Pedangdut: Digoyang Terus!

Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik[a] karena cukup rawan, juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an.

Jalan Braga menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu seperti toko Onderling Belang.

Kemudian pada dasawarsa 1920-1930-an muncul toko-toko dan butik (boutique) pakaian yang mengambil model di kota Paris, Prancis yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia.

Dibangunnya gedung Societeit Concordia yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan tuan-tuan hartawan, Hotel Savoy Homann, gedung perkantoran dan lain-lain di beberapa blok di sekitar jalan ini juga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan ini.

Namun sisi buruknya adalah munculnya hiburan-hiburan malam dan kawasan lampu merah (kawasan remang-remang) di kawasan ini yang membuat Jalan Braga sangat dikenal turis.

Dari sinilah istilah kota Bandung sebagai kota kembang mulai dikenal. Sehingga perhimpunan masyarakat Bandung saat itu membuat selebaran dan pengumuman bertuliskan:

Load More