Selebtek.suara.com – Motif pembunuhan Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat yang direncanakan oleh Ferdy Sambo masih terus didalami kepolisian.
Menurut penyidik, banyaknya alasan yang sangat sensitif terkait motif pembunuhan Brigadir J membuat kasus ini tak terbuka ke publik.
Hal tersebut membuat masyarakat penasaran dan mempertanyakan motif pembunuhan Brigadir J. Terutama cara mengeksekusi Brigadir J yang terbilang sangat sadis.
Menurut pengacara Bharada E, M Burhanuddin, sebelum mengeksekusi Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya serta Brigadir RR dan Bharada E sudah berada di dalam ruangan yang menjadi TKP.
Kemudian, Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Brigadir RR untuk memanggil Brigadir J, yang saat itu masih di luar rumah.
Tak berselang lama, Brigadir RR masuk, dan diikuti Brigadir J.
"Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok (Brigadir J). Informasi dari Bharada E yang suruh Brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," kata M. Burhanuddin, dilansir dari purwasuka.suara.com-media jejaring Suara.com.
Menurut Burhanuddin, saat kejadian tersebut istri Ferdy Sambo berada di dalam kamar secara terpisah.
Burhanuddin menambahkan, dari informasi yang didapatnya di dalam tempat kejadian itu ada Ferdy Sambo, Brigadir RR, Bharada E, dan almarhum Brigadir J.
Baca Juga: 4 Alasan Kamu Harus Kuliah di Bandung
Pengacara Bharada E itu membeberkan mengenai kejadian sebelum dieksekusi. Rambut Brigadir J sempat dipegang, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak Brigadir J.
"Katanya (Bharada E), diapakan dulu rambutnya (Brigadir J) gitu, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak. Woy tembak, tembak, tembak gitu," ucap Burhanuddin.
Kemudian, saat ditanya siapa yang pegang rambut Brigadir J, Burhanuddin mengatakan di bosnya (Ferdy Sambo) yang pegang rambutnya Brigadir J, dengan pengertian rambut Brigadir J dijambak.
Namun, ia tegaskan untuk proses selanjutnya tidak diceritakan lagi oleh Bharada E.
Kemudian Burhanuddin mengatakan, pelaku yang menembak sudah dituangkan di BAP, dan saat ini sedang dalam penyelidikan pada saksi satu lagi.
Ia juga berasumsi jika sudah dapat keterangan dari saksi satu lagi, bisa jadi nanti akan ketahuan yang menembak satu orang atau dua orang.(*)
Sumber : Purwasuka.suara.com
Berita Terkait
-
Terkuak! Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Sebut Punya Bukti Kasus Perselingkuhan Ferdy Sambo: Diincar Terus Oleh Brigadir Jenderal
-
Eks Pengacara Bharada E Sebut Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sempat Janjikan Uang Segini
-
Ngobrol dengan Deddy Corbuzier, Omongan Mahfud MD Soal Kasus Ferdy Sambo Terbukti
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
-
Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari
-
Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung